Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IJBNet Perkuat Kolaborasi Indonesia-Jepang, SAF hingga Tenaga Kerja Jadi Fokus

        IJBNet Perkuat Kolaborasi Indonesia-Jepang, SAF hingga Tenaga Kerja Jadi Fokus Kredit Foto: IJBNet
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) menargetkan penguatan kolaborasi bisnis Indonesia dan Jepang yang lebih konkret memasuki usia delapan tahun. Organisasi tersebut menyoroti sejumlah sektor strategis yang menjadi peluang kerja sama kedua negara, mulai dari Sustainable Aviation Fuel (SAF), dekarbonisasi, teknologi satelit, hingga pengembangan tenaga kerja Indonesia ke Jepang.

        Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan sewindu IJBNet yang digelar di Gedung PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (10/8/2026), dengan tema Memperingati Sewindu Berdirinya IJBNet – Memperkuat Jaringan Kolaborasi Indonesia–Jepang.

        Ketua Umum IJBNet Suyoto Rais mengatakan organisasi yang berdiri sejak 8 Agustus 2018 itu kini memasuki fase baru. Fokusnya bukan lagi sekadar membangun jejaring, tetapi mendorong lahirnya kerja sama bisnis yang memberikan dampak nyata.

        "Sewindu bagi IJBNet bukan sekadar angka. Ini adalah perjalanan membangun kepercayaan, memperluas jaringan dan mempertemukan berbagai potensi Indonesia dan Jepang. Karena itu, setelah delapan tahun, kami ingin IJBNet tidak berhenti pada networking, tetapi bergerak lebih jauh menuju kolaborasi yang konkret dan memberikan dampak," ujar Suyoto.

        Menurutnya, Indonesia dan Jepang memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Indonesia menawarkan pasar, sumber daya, dan talenta, sedangkan Jepang memiliki teknologi, pengalaman industri, serta jaringan bisnis global.

        Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menekankan pentingnya memperkuat kemitraan kedua negara di tengah perubahan lanskap industri global.

        "Kemitraan Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang dan terus berkembang. Ke depan, kerja sama tersebut harus semakin diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan teknologi, peningkatan daya saing industri dan pengembangan sumber daya manusia," kata Tri membacakan sambutan Menteri Perindustrian.

        Menurut Kementerian Perindustrian, transformasi digital, dekarbonisasi, energi baru dan terbarukan, perubahan rantai pasok global, serta kebutuhan tenaga kerja terampil menjadi tantangan yang membutuhkan kolaborasi lintas negara.

        Dari pihak Jepang, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Myochin Mitsuru menilai hubungan bilateral kedua negara telah berkembang melampaui perdagangan dan mencakup kerja sama di bidang investasi, industri, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

        "Hubungan Indonesia dan Jepang memiliki fondasi yang sangat kuat dan telah berkembang dalam berbagai bidang. Kerja sama ekonomi, industri, teknologi, investasi dan sumber daya manusia membuka banyak peluang baru bagi kedua negara," ujarnya.

        Dalam rangkaian kegiatan, IJBNet juga menggelar business matching dan diskusi panel yang membahas sejumlah isu strategis, antara lain pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), dekarbonisasi, pemanfaatan teknologi satelit dan data geospasial, serta pengembangan tenaga kerja Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri di Jepang.

        Baca Juga: Tak Hanya Timteng, Korea Utara Sebut Jepang dan Korsel Bawa Amerika Ciptakan Krisis di Asia Pasifik

        Baca Juga: Pasar Kartu Pokémon Bernilai Rp37,6 Triliun, Jepang Siapkan Regulasi

        IJBNet turut memperkenalkan JOBAGUS, sebuah platform yang dirancang untuk mendukung ekosistem penempatan pekerja Indonesia ke Jepang. Platform tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan proses pendidikan, pelatihan, dunia usaha, pemerintah, hingga kebutuhan industri Jepang.

        Sekretaris Jenderal IJBNet Salim Mustofa mengatakan organisasi akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan mitra Jepang pada tahun-tahun mendatang.

        "Kami ingin tahun-tahun berikutnya menjadi fase implementasi. Kalau selama ini kita membangun network, maka sekarang network tersebut harus menghasilkan kolaborasi. Dan kolaborasi harus menghasilkan impact," ujar Salim.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: