PM Australia Anthony Albanese Dikecam Gara-gara Lelucon soal Hadiah Melon dari PM Jepang
Kredit Foto: Reuters/Alex Ellinghausen
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menuai kecaman setelah melontarkan lelucon mengenai hadiah melon yang diberikan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Pernyataan tersebut dinilai sejumlah lawan politik Albanese sebagai bentuk penghinaan terhadap kepala pemerintahan Jepang.
Kontroversi itu berasal dari wawancara Albanese bersama podcast "Bush Deep" pada bulan lalu. Dalam wawancara tersebut, Albanese menceritakan hadiah berupa melon premium yang diterimanya dari Takaichi saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia pada Mei 2026.
Albanese menyebut melon tersebut sebagai hadiah yang "aneh". Ketika pembawa acara Nikki Osborne bertanya apakah Takaichi "menyelundupkan" melon itu melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya dan berkata "membawa sepasang melon".
Osborne kemudian menimpali dengan komentar, "Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson." Percakapan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah dianggap mengandung lelucon bernuansa seksual terhadap Takaichi.
Melon premium memang dikenal sebagai salah satu hadiah mewah di Jepang. Menurut mantan Duta Besar Jepang untuk Australia, harga melon premium tersebut bahkan dapat mencapai lebih dari AUS$270 atau sekitar Rp3,3 juta.
Pemimpin oposisi Australia kemudian mendesak Albanese meminta maaf atas pernyataan tersebut. Mereka menilai lelucon itu tidak pantas disampaikan oleh seorang perdana menteri kepada pemimpin negara sahabat.
Albanese justru menolak desakan tersebut ketika ditanya wartawan di gedung parlemen pada Selasa (11/8/2026). Dia juga membantah anggapan bahwa pernyataannya ditujukan sebagai penghinaan terhadap Takaichi.
"Perdana Menteri Takaichi adalah sahabat Australia dan sahabat saya," ucap Albanese.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong turut membela Albanese dari tudingan tersebut. Wong mengatakan Albanese tidak bermaksud agar komentarnya ditafsirkan sebagai penghinaan.
"Perdana Menteri telah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud agar komentar-komentarnya itu ditafsirkan sedemikian rupa oleh mereka yang mengkritiknya," ucap Wong.
Baca Juga: Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad Divonis Mati atas Kejahatan Perang
Kontroversi mengenai melon tersebut bukan satu-satunya pernyataan Albanese yang menuai sorotan. Sebelumnya, dia telah meminta maaf setelah mengatakan ingin "bercinta" dengan penyanyi Australia Kylie Minogue dalam wawancara podcast yang sama.
Rentetan kontroversi tersebut membuat sikap Albanese terhadap komentar-komentar pribadinya kembali menjadi perhatian publik. Namun hingga kini, Albanese tetap menolak anggapan bahwa lelucon mengenai hadiah melon dari Takaichi merupakan penghinaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: