Australia Kritik Retorika Trump ke Iran: Tidak Pantas Diucapkan Presiden Amerika Serikat
Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Australia mengkritik pernyataan kontroversial yang baru-baru ini diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini terkait dengan ucapan sang presiden yang mengancam akan menghancurkan wilayah dari Iran.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengatakan bahwa pernyataan tersebut terlalu keras dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran global. Menurutnya, penggunaan ancaman bahwa “sebuah peradaban bisa lenyap dalam satu malam,” tidak pantas disampaikan oleh seorang pemimpin negara besar.
Baca Juga: Update Perang Iran, Amerika Serikat Akan Amankan Lalu Lintas di Selat Hormuz
"Saya rasa tidak pantas menggunakan bahasa seperti itu dari Presiden Amerika Serikat. Saya pikir itu akan menimbulkan kekhawatiran," katanya.
Menurutnya, pernyataan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan dan menciptakan ketidakpastian mengingat tengah memanasnya kondisi geopolitik akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Albanese sendiri dalam beberapa pekan terakhir telah menunjukkan kekhawatiran terhadap arah konflik. Ia sebelumnya meminta kejelasan mengenai tujuan akhir perang terkait, serta menyerukan deeskalasi oleh semua pihak.
Adapun Albanese menyambut positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Gencatan senjata saat ini dianggap sebagai langkah awal penting, meski stabilitas jangka panjang masih bergantung pada kelanjutan negosiasi dan komitmen semua pihak.
Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu dari Iran dan Amerika Serikat. Proposal kedua negara menjadi perhatian karena akan menjadi penentuan tercapainya kedamaian di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak.
“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain,” katanya.
Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan.
Baca Juga: Trump: Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata dari Iran dan Amerika Serikat
“Saya menyambut hangat isyarat bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pimpinan kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: