Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Karumga Rumahnya, Sebut Hanya Jaga Klinik Mordent

        Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Karumga Rumahnya, Sebut Hanya Jaga Klinik Mordent Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kubu mantan Jampidsus Febrie Adriansyah akhirnya buka suara mengenai kematian Sutrimo. Pengacara Febrie, Firman Wijaya, membantah Sutrimo merupakan kepala rumah tangga di kediaman kliennya.

        Firman mengatakan Sutrimo bekerja untuk menjaga Klinik Mordent di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bangunan tersebut kini dalam kondisi kosong dan menjadi tempat Sutrimo tinggal.

        “Trimo bukan berstatus sebagai kepala rumah tangga seperti yang diberitakan. Sosok ini disebutnya lebih banyak menjaga bangunan kosong (Klinik Mordent) dan tinggal di sana,” ujar Firman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).

        Menurut Firman, Sutrimo juga tidak selalu berada di Jakarta. Sutrimo disebut kerap pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain.

        Firman menyampaikan pihak keluarga Febrie meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan dengan perkara hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung. Keluarga Febrie menyebut Sutrimo memiliki riwayat penyakit diabetes dan telah menjalani pengobatan.

        “Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun,” ujar Firman.

        Pihak keluarga Febrie juga meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Mereka menilai belum tepat menghubungkan kematian Sutrimo dengan perkara yang sedang dihadapi Febrie.

        “Keluarga berharap persitiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani Pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu,” ucap dia.

        Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Saat ditemukan, kondisi mulut dan hidung Sutrimo disebut mengeluarkan busa.

        Sutrimo kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, dia dinyatakan telah meninggal dunia atau death on arrival.

        Baca Juga: Pengacara Febrie Adriansyah Bantah Sutrimo Sudah Sakit Sejak Lama, Jangan Dikait-kaitkan

        Jenazah Sutrimo kemudian dibersihkan sebelum dipulangkan ke Banyumas pada hari yang sama. Jenazah dimakamkan pada malam hari di Desa Wlahar, Banyumas.

        Polda Metro Jaya kemudian melakukan ekshumasi terhadap makam Sutrimo pada Rabu (12/8/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu penyidik mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: