Kredit Foto: Ist
Penguatan usaha ultra mikro tidak hanya soal akses pembiayaan, tetapi juga kemampuan pelaku usaha untuk bertahan, berkembang, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kisah Rini Sudarwanti menjadi salah satu gambaran bagaimana pembiayaan dan pemberdayaan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha ultra mikro untuk bangkit dan membangun masa depan keluarga.
Pada 2021, Rini menghadapi salah satu periode tersulit dalam perjalanan usahanya. Usaha makanan matang yang dijalankannya mengalami penurunan pembeli, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Kondisi tersebut membuat Rini sempat terjerat utang kepada rentenir dengan tagihan yang datang hampir setiap hari.
"Saat itu saya benar-benar merasa berat. Usaha sedang sepi, sementara tagihan terus datang. Saya hanya berpikir cara keluar dari masalah dan bisa kembali menjalankan usaha,” cerita Rini di Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
Di tengah tekanan tersebut, Rini mendapatkan akses pembiayaan melalui PNM Mekaar. Modal yang diperoleh digunakannya untuk kembali menghidupkan usaha secara bertahap.
Seiring usahanya mulai pulih, Rini melihat peluang baru dengan mengembangkan kerajinan gitar handmade. Setiap gitar dibuat secara teliti menggunakan bahan kayu pilihan dan memiliki karakter tersendiri.
Usaha tersebut kemudian terus berkembang. Selain memproduksi gitar *handmade*, Rini memperluas aktivitas ekonominya dengan menjadi AgenBRILink Mekaar.
Perjalanan Rini bersama PNM tidak berhenti pada akses pembiayaan. Ia juga mengikuti berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan usaha, pameran UMKM hingga program inkubasi bisnis Mekaarpreneur 2026.
Dalam program tersebut, usaha Rini bahkan berhasil masuk 50 besar. Berbagai pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri mengembangkan bisnis.
“Buat saya, PNM bukan hanya memberikan modal. Saya juga mendapatkan kesempatan belajar dan mengembangkan usaha. Saya jadi lebih berani mencoba, percaya diri, dan punya semangat terus maju,” ujarnya.
Dampak perkembangan usaha itu juga mulai dirasakan keluarganya. Pada 2026, anak Rini yang duduk di bangku SMA memperoleh Beasiswa Pendidikan PNM.
Bagi Rini, kesempatan tersebut menjadi kebahagiaan sekaligus bukti bahwa perjuangan membangun usaha tidak hanya berdampak terhadap kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga membuka peluang bagi masa depan keluarga.
“Sekarang saya tidak hanya berpikir bagaimana usaha saya bisa jalan. Saya juga ingin anak bisa sekolah dengan baik dan punya masa depan lebih baik. Itu yang membuat saya terus semangat,” katanya.
Kisah Rini menunjukkan bahwa penguatan sektor ultra mikro memiliki dimensi yang lebih luas. Bagi pelaku usaha di tingkat akar rumput, pembiayaan dapat menjadi pintu masuk untuk bangkit. Namun, keberlanjutan usaha juga membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, akses pasar, dan kesempatan memperluas jaringan.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan perjalanan Rini menunjukkan bahwa pemberdayaan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelaku usaha dan keluarganya.
“PNM tidak hanya fokus memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi mereka agar usahanya tumbuh, keluarganya makin kuat, dan anak-anaknya memiliki kesempatan meraih masa depan lebih baik,” ujar Kindaris.
Ia menjelaskan, Rini telah menjadi nasabah PNM Mekaar sejak 2019. Pembiayaan awal yang diterimanya sebesar Rp2 juta dan kini plafon pembiayaannya telah mencapai Rp8 juta.
“Perjalanan tersebut menggambarkan bagaimana pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang ketika memperoleh akses terhadap pembiayaan sekaligus pendampingan yang berkelanjutan,” jelas Kindaris.
Dari seorang ibu yang pernah berada dalam tekanan utang, Rini kini terus mengembangkan usaha kerajinan gitar dan memperluas sumber penghasilannya.
Gitar handmade yang diproduksinya tidak hanya menjadi produk ekonomi, tetapi juga menjadi simbol perjalanan Rini untuk bangkit, memperkuat ekonomi keluarga, serta membuka kesempatan pendidikan dan masa depan yang lebih baik bagi anak.
Kindaris menambahkan, kisah Rini menunjukkan pengembangan UMKM tidak semata-mata berbicara tentang pertumbuhan usaha. Ketika pelaku usaha ultra mikro mampu berkembang, dampaknya dapat dirasakan di tingkat keluarga melalui peningkatan pendapatan, keberlanjutan pendidikan anak, dan semakin kuatnya ketahanan ekonomi rumah tangga.
“Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, perjalanan ini jadi gambaran bahwa modal dapat menjadi langkah awal, sementara pemberdayaan dan pendampingan menjadi bagian penting untuk membantu pelaku usaha terus tumbuh,” pungkas Kindaris.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: