Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Bikin Lawannya Uring-uringan,' Kekuatan Jokowi Sebenarnya Akhirnya Terbongkar

        'Bikin Lawannya Uring-uringan,' Kekuatan Jokowi Sebenarnya Akhirnya Terbongkar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dinilai memiliki kekuatan politik yang tidak selalu terlihat dari pernyataan keras maupun serangan balik terhadap lawan. Justru sikapnya yang cenderung tenang ketika menghadapi kritik dan hinaan disebut menjadi salah satu keunggulan Jokowi.

        Penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad menilai mantan presiden itu tidak mudah terpancing untuk membalas serangan dengan perkataan kasar. Sikap tersebut dinilai membuat pihak yang berusaha mendapatkan reaksi dari Jokowi justru semakin frustrasi.

        Baca Juga: Nasib Undangan Acara dari Prabowo: SBY Ngaku Tak Bisa Datang, Megawati Tak Berikan Kepastian

        "Jokowi itu tak pernah ngomong kasar atau menjelekkan lawan politiknya. Itulah kekuatan Jokowi," ujar Hasyim, dikutip Kamis (13/8/2026).

        Hasyim menilai ketenangan tersebut bukan berarti mantan presiden tersebut tidak mengetahui berbagai serangan yang diarahkan kepadanya. Sebaliknya, Jokowi memilih tidak memberikan respons berlebihan terhadap serangan personal.

        "Semakin dia nggak marah ke para pembencinya, semakin uring-uringan juga para pembencinya karena semakin dicuekin sama Jokowi," ucapnya.

        Menurut Hasyim, sebagian pihak yang menyerang mantan presiden itu sebenarnya menginginkan satu hal: mendapatkan perhatian dan respons langsung dari mantan presiden tersebut.

        Ia menilai berbagai serangan yang muncul di ruang publik maupun media sosial terkadang dibuat semakin keras agar Jokowi terpancing memberikan tanggapan.

        "Pembenci Jokowi terus berkata kasar itu kan cari perhatian supaya direspon. Mereka berlomba sekasar mungkin atau sememalukan mungkin menyerang Jokowi," katanya.

        Hasyim kemudian menyinggung sejumlah istilah dan julukan yang pernah digunakan untuk menyerang Jokowi.

        "Pakai isu ijazah, pakai kata mukidi, mulyono, termul, tembok ratapan, wok de tok, dan segala hinaan yang paling kasar semua pernah terucap oleh siapapun," ungkap Hasyim.

        Namun, menurut dia, berbagai serangan tersebut tidak selalu menghasilkan reaksi yang diharapkan oleh pihak yang melontarkannya.

        Justru ketika politikus itu memilih diam atau tidak memberikan respons emosional, serangan tersebut dinilai kehilangan sebagian daya dorongnya. Hasyim menyebut kemampuan sang mantan presiden menjaga emosi ketika menghadapi serangan personal sebagai karakter yang menjadi kekuatan tersendiri.

        "Dan yang paling menyakitkan bagi pembenci beliau adalah dia nggak baper dengan hinaan," tandasnya.

        Baca Juga: Tak Cuma Asuransi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Gaji Penyapu Jalan hingga Rp3,3 Juta

        Bagi Hasyim, Jokowi memiliki pendekatan tersendiri dalam menghadapi tekanan politik. Ia tidak selalu menjawab serangan dengan serangan, tetapi memilih melanjutkan aktivitasnya tanpa memberikan ruang terlalu besar bagi polemik personal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: