Kredit Foto: Ist
Presiden Prabowo Subianto memamerkan keuntungan bersih yang didapat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sepanjang semester I-2026. Beberapa nama perusahaan pelat merah turut dikutip, mulai dari Semen Indonesia, Pupuk Indonesia, hingga Pertamina.
Hal itu disampaikan Prabowo saat Pidato Kenegaraan di hadapan para anggota DPR/MPR/DPD RI di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan, sejumlah BUMN sukses meraup cuan pasca dilakukan pembenahan besar-besaran. Kendati begitu, ia turut memperingatkan agar masing-masing perusahaan tetap menyampaikan proyeksi kinerjanya.
Dalam konteks ini, Prabowo sempat menyolek Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, yang baru diangkat sebagai komisaris baru Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Kepala BPKP, kita minta jangan beralasan dengan cara tidak memberi proyeksi enam bulan pertama tahun 2026 ini kepada kita. Kalau enggak kita borong-borong itu saham PT Telkom," serunya.
Kepala Negara llantas pamer hasil pembenahan BUMN yang dilakukan secara besar-besaran pada semester I-2026. Ia lantas mencontoh perusahaan seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), hingga Pegadaian.
"Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9 persen. 400 persen! Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen. Untung bersih PT Pertamina naik 86 persen," bebernya.
Baca Juga: Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
Baca Juga: Jokowi Kasih Jempol ke Prabowo Usai Pidato Kenegaraan, Keduanya Sempat Tertawa Bersama
Baca Juga: Prabowo Bahas MBG di Sidang Tahunan, Pesannya Keras untuk Calon Koruptor
"Untung bersih Pegadaian naik 84,4 persen. Saudara-saudara, untung bersih Pelindo naik 60,4 persen. Dan untung bersih PTPN naik 54,4 persen," tambah Prabowo.
Aksi korporasi sukses juga dirasakan oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang berhasil membalik arah dari merugi jadi untung. Prabowo bercerita, maskapai pelat merah tersebut berhasil melakukan reaktivasi pesawat usai sempat hampir dipailitkan.
"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kita sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan