Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mentan Amran Perintahkan Menu MBG Telur 3 Kali Seminggu, Ternyata Ada Tujuan Mulia

        Mentan Amran Perintahkan Menu MBG Telur 3 Kali Seminggu, Ternyata Ada Tujuan Mulia Kredit Foto: Dokumentasi Kementerian Pertanian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal menjadi salah satu tumpuan pemerintah untuk memperkuat penyerapan telur peternak rakyat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut konsumsi telur dalam menu MBG dapat ditingkatkan hingga tiga kali dalam sepekan.

        "InsyaAllah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Jumat (14/8/2026). 

        Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons tekanan yang dihadapi peternak ayam rakyat. Amran pun tak hanya mendorong peningkatan konsumsi telur, tetapi juga memastikan harga pakan tetap dijaga hingga akhir tahun. 

        Amran mengatakan keputusan tersebut diambil setelah menerima langsung aspirasi peternak dari berbagai daerah. Pemerintah, menurutnya, tidak boleh membiarkan peternak terus menghadapi tekanan biaya produksi sekaligus persoalan harga hasil ternak tanpa kepastian solusi.

        Baca Juga: Prabowo Bahas MBG di Sidang Tahunan, Pesannya Keras untuk Calon Koruptor

        Menurut Amran, persoalan peternak harus ditangani dari hulu hingga hilir. Menjaga harga telur saja tidak cukup jika harga pakan terus meningkat. Sebaliknya, biaya produksi yang terkendali juga tidak akan banyak membantu apabila telur yang dihasilkan peternak tidak terserap dengan harga yang layak.

        "HPP untuk harga telur kita jaga, tetapi harga pakan juga harus kita jaga, jangan terlalu tinggi. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itu kita sudah sepakat semua," tegas Mentan Amran.

        Olehnya itu, untuk memastikan hasil produksi terserap, pemerintah telah memberikan instruksi kepada SPPG. Unit pelaksana MBG tersebut diwajibkan membeli telur sesuai ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

        "Sudah ada instruksi, sudah ada surat bahwa wajib menyerap sesuai juknisnya. Itu kita lakukan demi peternak-peternak kita seluruh Indonesia," ujarnya.

        Baca Juga: 'BUMN Ini Kadang Bekerja Seenaknya' Prabowo Siap Usut Direksi Nakal 3 Dekade Terakhir

        Bagi Amran, peningkatan konsumsi telur melalui MBG bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan tersebut juga dapat membuka pasar yang lebih besar dan memberikan kepastian penyerapan bagi peternak rakyat.

        Jika konsumsi telur yang sebelumnya hanya satu kali dalam sepekan bisa ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali, kebutuhan telur untuk program tersebut otomatis ikut bertambah. Kondisi itu diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.

        "Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami. Begitu kami lihat ada demo di beberapa daerah, langsung kami rapat di Surabaya. Tidak menunggu lagi rapat di Jakarta," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: