Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Di Balik Denny Indrayana Terus Pepet Gibran, Kubu Jokowi: Kita Tahu Dia Sebelumnya Kader Partai...

        Di Balik Denny Indrayana Terus Pepet Gibran, Kubu Jokowi: Kita Tahu Dia Sebelumnya Kader Partai... Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik Putra Eks Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan menyusul kritikan yang terus diberikan oleh Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayanan. Namun di balik hal itu, terdapat pertanyaan mengenai alasan hal tersebut dilakukan oleh Denny.

        Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Andi Azwan mengatakan sikap yang begitu aktif mempersoalkan latar belakang pendidikan wakil presiden saat ini perlu dilihat bersama rekam jejak politiknya. Denny menurutnya bukan sosok yang sama sekali asing dengan dunia politik dan sebelumnya pernah terlibat dalam sejumlah kontestasi politik.

        Baca Juga: Titik Terang Warga Bergaji Rp3 Juta Dianggap Sejajar dengan Super Kaya dan Masuk Desil 10 Kemensos

        “Denny begitu berapi-api yah, getol sekali untuk mengulik ijazah dari Mas Gibran. Hal itu dilakukan dengan melakukan sayembara yang sekarang sudah mencapai Rp250 juta,” ujar Andi, dikutip Sabtu (15/8/2026).

        Andi kemudian mengungkit perjalanan politik dari mantan wakil menteri itu sebelum namanya kembali ramai dalam polemik dokumen pendidikan dari Joko Widodo dan Gibran.

        Menurut Andi, Denny sebelumnya pernah menjadi kader salah satu partai politik dan kemudian mengikuti kontestasi Pilkada di Kalimantan Selatan. Namun, langkah politik tersebut disebut tidak berujung pada kemenangan.

        “Denny ini sebelumnya kita ketahui adalah kader salah satu partai, kemudian dia mengikuti kontestasi Pilkada di Kalimantan Selatan, tapi tidak beruntung,” ucap Andi.

        Andi tidak berhenti pada kiprah Denny di Pilkada. Ia juga menyinggung keterlibatan sosok itu dalam proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2020.

        Menurut Andi, Denny pernah mengajukan permohonan ketika lembaga hukum itu dipimpin Anwar Usman. Namun, permohonan tersebut pada akhirnya ditolak.

        “Di 2020, mengajukan di mahkamah saat itu ketuanya pak Anwar Usman. Yang terjadi ditolak permohonan Denny,” ungkapnya.

        Setelah itu, Denny kembali mencoba masuk ke arena politik elektoral pada Pemilu 2024. Andi menyebut sosok pakar hukum itu maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Demokrat. Namun ia kembali gagal memperoleh hasil yang diharapkan.

        “Kemudian mencoba lagi peruntungan sebagai Caleg dari Demokrat. Namun juga gagal kembali,” tutur Andi.

        Kini Denny tiba-tiba kembali muncul dengan mempertanyakan dokumen pendidikan milik Gibran. Andi berdasarkan rekam jejak sosok terkait, mencurigai bahwa hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencari perhatian atau eksistensi.

        “Jadi kalau kita lihat di sini, ini adalah semacam pansos lah,” kuncinya.

        Sebelumnya, Eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Denny Indrayana membuat langkah tak biasa di tengah polemik mengenai ijazah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Ia membuka sayembara bagi siapa pun yang mampu menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama atau sederajat milik politikus muda itu, dengan hadiah uang tunai sebesar Rp100 juta. Terbaru, bahkan hal itu naik jadi Rp250 juta.

        Nilai hadiah tersebut ternyata bukan angka awal yang direncanakan Denny. Ia mengungkapkan semula ingin memberikan hadiah hingga Rp1 miliar. Namun, rencana itu urung dilakukan setelah mendapat masukan dari istrinya.

        Baca Juga: Rocky Gerung ke Kabinet Bayangan Era Prabowo: Lu Pro Kapitalis Kalau Lu Anti-Koperasi dan Anti-MBG

        “Siapa pun yang bisa menunjukkan atau mendapatkan ijazah sekolah menengah pertama/sederajat mas wapres, akan saya berikan hadiah Rp100 juta. Tadinya mau Rp1 miliar, tapi istri saya bilang, ‘aduh, kebanyakan.’ Maklum kita tidak punya berangkas dengan emas dan dolar,” kata Denny.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: