Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Luka Batin Megawati ke Jokowi Disebut Lebih Dalam dari ke SBY, Ini Alasannya

        Luka Batin Megawati ke Jokowi Disebut Lebih Dalam dari ke SBY, Ini Alasannya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai luka batin Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih dalam dibandingkan dengan luka batin terhadap Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

        "Kalau dibandingkan dengan SBY, luka batin Mega itu jauh lebih dalam ya dibanding kalau di kalau di apple-to-apple dengan Joko Widodo," ujar Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (14/8). 

        Menurut Hersu, latar belakang hubungan Megawati dengan SBY dan Jokowi sangat berbeda. SBY saat itu hanyalah menteri di kabinet Megawati. Ketika ditanya apakah akan maju sebagai calon presiden, SBY menyatakan tidak, namun kemudian maju dan berhasil mengalahkan Megawati.

        Berbeda dengan SBY, hubungan Megawati dan Jokowi bukan sekadar mitra politik, melainkan sudah seperti ibu dan anak.

        "Tapi kalau Jokowi ini benar-benar parah, karena tadi itu dia ini kan seperti apa ya, Jokowi sendiri menyebut sudah dianggap seperti ibunya sendiri katanya, ibunya sendiri kemudian dikhianati. Kalau dikhianati ya kayak Malin Kundang dong begitu ya," tandasnya.

        Baca Juga: Gibran Masih jadi Wapres, Jokowi Dinilai Sudah Lampaui SBY dan Megawati

        Latar Belakang Konflik

        Internal PDIP menilai tindakan Jokowi pada Pilpres 2024 sebagai bentuk pengkhianatan terhadap keputusan partai. Meski saat itu Jokowi masih berstatus kader sekaligus Presiden RI, arah dukungannya dinilai tidak sejalan dengan keputusan PDIP yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD.

        Sementara itu, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Langkah tersebut dianggap sebagai restu diam-diam dari Jokowi, sekaligus mempertegas keretakan hubungannya dengan PDIP.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: