Kredit Foto: Antara
Dalam sehari, 15 Agustus lalu, tiga gempa besar mengguncang wilayah berbeda di Indonesia, yaitu NTT, Simalungun, dan Parigi Moutong. Meski terjadi berdekatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan tidak ada hubungan langsung di antara ketiganya.
"Tidak ada korelasi langsung. Ketiga gempa yaitu NTT M 7,7 akibat Sesar Back Arc Thrust Flores, Simalungun M 6,4 akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia, dan Parigi Moutong M 5,9 akibat Deformasi Dalam Lempeng Laut Sulawesi terjadi di 3 sistem sumber dan tatanan tektonik yang berbeda. Secara mekanis tidak saling memicu," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, kepada wartawan, dikutip Minggu (16/8).
Ia menjelaskan bahwa setiap gempa muncul dari sistem tektonik yang berbeda:
- NTT M 7,7: Gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Back Arc Thrust Flores dengan mekanisme naik.
- Simalungun M 6,4: Gempa menengah dari proses subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Eurasia.
- Parigi Moutong M 5,9: Gempa intraplate di Teluk Tomini dengan mekanisme oblique thrust.
Ia menambahkan, gempa NTT memunculkan banyak aftershock, sementara Simalungun dan Parigi belum menunjukkan aktivitas susulan. Perbedaan ini menegaskan bahwa energi dilepaskan sesuai karakteristik masing-masing patahan.
"Perbedaan jumlah aftershock ini juga menguatkan bahwa tiap gempa melepas energi sesuai karakteristik patahannya masing-masing," ujarnya.
Baca Juga: Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Fenomena tiga gempa dalam sehari disebut sebagai seismic clustering. Indonesia memang memiliki banyak zona aktif, sehingga wajar bila beberapa segmen melepaskan stres tektonik hampir bersamaan, meski tetap berdiri sendiri.
"Kejadian berdekatan ini merupakan 'seismic clustering'. Indonesia punya banyak zona aktif sehingga wajar beberapa segmen melepas stres dalam waktu dekat, namun independen," jelas Wijayanto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya