Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Meski Indonesia Mayoritas Muslim, Negara Katolik Ini jadi Negara Eropa Pertama yang Akui Kemerdekaan RI

        Meski Indonesia Mayoritas Muslim, Negara Katolik Ini jadi Negara Eropa Pertama yang Akui Kemerdekaan RI Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak hanya dilakukan melalui perjuangan di dalam negeri. Pemerintah Indonesia juga menjalankan diplomasi ke berbagai negara untuk memperoleh dukungan dan pengakuan internasional.

        Pengakuan dari negara lain menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia membangun kedudukan sebagai negara yang berdaulat. Dalam satu hingga dua tahun setelah proklamasi, sejumlah negara mulai memberikan dukungan terhadap Republik Indonesia.

        Dari sejumlah negara tersebut, Vatikan tercatat sebagai negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

        Vatikan memberikan dukungan terhadap keberadaan Republik Indonesia pada 1947. Pada tahun tersebut, Vatikan membuka misi diplomatik di Jakarta dengan status Apostolic Delegate.

        Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam hubungan awal Indonesia dengan Vatikan. Menurut informasi Kementerian Luar Negeri RI, hubungan diplomatik resmi antara Indonesia dan Vatikan kemudian terjalin pada 1950.

        Hubungan kedua negara terus berkembang dan ditandai dengan nilai-nilai yang sama, antara lain penghormatan terhadap keberagaman, perdamaian, dan keadilan sosial.

        Vatikan sendiri merupakan pusat Gereja Katolik dunia dan menjadi tempat kedudukan Paus sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik.

        Sebelum dan setelah pengakuan Vatikan, Indonesia juga memperoleh dukungan dari sejumlah negara lain. Mesir menjadi salah satu negara paling awal yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.

        Mesir mengakui Indonesia secara de facto pada 22 Maret 1946 setelah adanya lobi diplomat Indonesia di Kairo. Pengakuan secara de jure kemudian diberikan pada 10 Juni 1947.

        Mesir juga berperan mendorong negara-negara Arab lainnya, seperti Suriah, Irak, dan Arab Saudi, untuk mendukung kedaulatan Indonesia. Kedutaan Besar RI di Kairo kemudian menjadi kedutaan pertama Indonesia di luar negeri.

        India juga menunjukkan dukungan terhadap perjuangan Indonesia. Hubungan antara Mohammad Hatta dan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru menjadi salah satu fondasi hubungan kedua negara.

        Baca Juga: Ketika Mahfud MD Menagih Janji Demokrasi dalam Buku yang Ditulis Prabowo

        Pada Agustus 1946, Indonesia bahkan mengirimkan 500.000 ton beras ke India yang ketika itu tengah menghadapi kelaparan. Setelah India merdeka pada 1947, dukungan terhadap Indonesia terus berlanjut, termasuk di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

        Sementara itu, Australia turut memainkan peran dalam perjuangan diplomasi Indonesia. Dukungan awal antara kedua negara antara lain muncul dari simpati serikat buruh Australia terhadap perjuangan Republik Indonesia.

        Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda I pada 1947, Australia bersama India mengajukan resolusi di Dewan Keamanan PBB yang mendesak Belanda menghentikan serangan terhadap Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: