Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Momen Kapal Maleo Angkut LNG Donggi Senoro ke Jepang

        Momen Kapal Maleo Angkut LNG Donggi Senoro ke Jepang Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Banggai -

        Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026, momen istimewa terjadi di kompleks kilang PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Banggai, Sulawesi Tengah, saat Kapal Maleo tiba.

        Kapal dengan kapasitas angkut satu kargo LNG atau setara 126.000 meter kubik tersebut dijadwalkan membawa muatan ke Futtsu LNG Terminal di Tokyo Bay, untuk JERA, perusahaan pembangkit listrik terbesar di Jepang.

        Marine Superintendent DSLNG, Donny Rahmadana, mengatakan Kapal Maleo bukan merupakan kapal milik DSLNG. Kapal tersebut dimiliki Mitsui O.S.K. Lines Ltd. (MOL) dan digunakan DSLNG melalui skema sewa atau charter dengan jangka waktu 12 tahun.

        ''Saat ini akan ada kapal LNG Maleo. Kapal berkapasitas 126.000 kubik. Kapal ini akan loading di sini sekitar 40 jam sampai 46 jam dari sandar dan akan dibawa ke Futtsu LNG Terminal, Tokyo Bay,'' ungkapnya di Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).

        Kedatangan Kapal Maleo menjadi momentum istimewa bagi rombongan media nasional, termasuk Warta Ekonomi, yang mendapat undangan khusus dari DSLNG untuk merayakan HUT RI langsung dipusat fasilitas yang dimiliki perusahaan.

        Menurut Donny, pengapalan LNG tidak berlangsung setiap hari. Pengiriman dilakukan dalam interval sekitar 10 hari, menyesuaikan proses produksi di kilang yang membutuhkan waktu sekitar sembilan hari kerja untuk menghasilkan satu kargo.

        JERA merupakan salah satu pembeli LNG jangka panjang DSLNG. Selain JERA, terdapat Kyushu Electric Power Co., Inc. asal Jepang dan Korea Gas Corporation (KOGAS) asal Korea Selatan.

        Sementara itu, LNG untuk pasar domestik dikirim berdasarkan permintaan. Pembeli domestik antara lain PT PGN dan PT PLN (Persero). Salah satu tujuan pengiriman domestik adalah FSRU Lampung di Labuhan Maringgai untuk PGN.

        ''Kalau kapal ke Korea biasanya kita pakai LNG Hyundai Utopia. Kalau ke domestik itu ada banyak, ada Eka Putra, Arunika Jaya, ada Nobel, ada masih ada banyaklah,'' tutupnya.

        LNG yang diproduksi DSLNG sendiri berasal dari gas bumi yang dipasok dari Lapangan Senoro serta Lapangan Donggi dan Matindok.

        Pasokan dari Lapangan Senoro mencapai 317 MMSCFD dan dikelola melalui Joint Operating Body (JOB) yang terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.

        Baca Juga: Kebutuhan Listrik Naik, PLN Andalkan LNG sebagai Penopang Keandalan Sistem Energi Nasional

        Baca Juga: DSLNG Perkuat Konservasi Maleo, BKSDA Pastikan Kondisi Satwa Tetap Prima

        Sementara itu, Lapangan Donggi dan Matindok memasok sekitar 85 MMSCFD. Pasokan tersebut dikelola oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok.

        Gas dari kedua sumber tersebut kemudian dialirkan melalui pipa bawah tanah menuju fasilitas pengolahan LNG DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui. Di fasilitas tersebut, gas alam diproses dan dicairkan menjadi LNG dengan kapasitas produksi sekitar 2,1 juta ton per tahun atau setara dengan sekitar 40 kargo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: