Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Biadab! Menteri Keamanan Serukan Pembunuhan Massal di Gaza

        Biadab! Menteri Keamanan Serukan Pembunuhan Massal di Gaza Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, terhadap warga Gaza merupakan ungkapan yang biadab.

        Ben Gvir sebelumnya menyerukan pembunuhan terhadap 30 hingga 40 orang di Jalur Gaza setiap malam, termasuk mendorong apa yang ia sebut sebagai “pembunuhan terarah” terhadap warga Palestina.

        "Biadab!!!!!" tulis Said Didu di akun X pribadinya, dikutip Selasa (18/8).

        Pernyataan Ben Gvir itu disampaikan saat berbincang dengan mantan sandera Israel, Rom Braslavski, dalam sebuah podcast. Ia terang-terangan mengaku tidak sejalan dengan kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang disebut mulai menurunkan intensitas serangan di Gaza.

        "Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan perdana menteri. Menurut saya, kita harus melakukan pembunuhan terarah di Gaza, menewaskan 30 hingga 40 orang setiap malam. Bukan hanya mereka yang menjadi ancaman langsung. Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," ucap Ben Gvir, dikutip dari ABC News.

        Baca Juga: Indonesia Respons Netanyahu Tolak Roadmap Gaza, Kemlu: Semua Pihak Harus Patuh

        Komentar keras ini muncul di tengah laporan bahwa operasi militer Israel di Gaza mulai dibatasi. Media Israel menyebut kewenangan serangan kini hanya berada di tangan Kepala Staf Militer.

        Kebijakan tersebut memicu penolakan dari politisi sayap kanan, termasuk Ben Gvir. Meski tidak memiliki otoritas untuk memerintahkan serangan, ia tetap menjadi figur berpengaruh dalam kabinet Netanyahu. Saat ini, Ben Gvir memegang kendali atas kepolisian nasional dan sistem penjara Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: