Siapa M. Sarjito? Eks Deputi OJK yang Jadi Calon Tunggal Kepala Bursa Mineral
Kredit Foto: OJK
Presiden Prabowo Subianto mengajukan M. Sarjito sebagai calon tunggal Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Nama tersebut disampaikan kepada DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres) dan selanjutnya akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Komisi XI telah ditugaskan untuk memproses pencalonan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
"Namanya itu Pak M. Sarjito yang akan diproses sesuai dengan mekanismenya di Komisi XI," kata Puan usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dengan menjadi satu-satunya nama yang diajukan pemerintah, Sarjito berpeluang memimpin lembaga baru yang disiapkan untuk mendukung operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Berkarier Lama di Pasar Modal dan OJK
Sarjito bukan nama baru di sektor jasa keuangan. Sebelum memasuki masa pensiun pada Juli 2024, ia menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK. Pada periode yang sama, ia juga memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).
Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di bidang pengawasan pasar modal. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Investigasi Formal dan Kriminal di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), Kementerian Keuangan, sebelum kemudian dipercaya sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal OJK.
Latar belakang tersebut menempatkan Sarjito sebagai salah satu pejabat yang memiliki pengalaman panjang dalam pengawasan industri keuangan dan pasar modal.
Dari sisi pendidikan, Sarjito meraih gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan spesialisasi praktisi hukum. Ia juga menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, kemudian memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) bidang Keuangan dari Saint Louis University, Missouri, Amerika Serikat. Selain itu, ia memiliki gelar Notaris Profesional dari Universitas Jayabaya.
Pemerintah Targetkan Bursa Beroperasi Awal 2027
Pencalonan Sarjito dilakukan di tengah persiapan pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai bagian dari reformasi tata niaga komoditas nasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menargetkan bursa tersebut mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Dalam penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027, Presiden meminta DPR mempercepat pembahasan regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan bursa tersebut.
"Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri. Kita targetkan, ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera dibahas dengan DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis merupakan tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sedang dijalankan pemerintah. Pemerintah juga telah membahas rencana pembentukan bursa tersebut bersama OJK.
Selain memproses pencalonan Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Komisi XI DPR juga akan membahas nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri