Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Akui Ada Jalur Komunikasi Rahasia AS dengan IRGC, Tapi Tetap Desak Iran Menyerah

        Trump Akui Ada Jalur Komunikasi Rahasia AS dengan IRGC, Tapi Tetap Desak Iran Menyerah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi adanya jalur komunikasi rahasia antara pejabat AS dan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Meski komunikasi tersebut berlangsung, Trump tetap menuntut Iran menyerah dan menghentikan ambisi memiliki senjata nuklir.

        Dalam wawancara melalui telepon dengan Fox News yang disiarkan Senin (17/8/2026), Trump mengakui adanya pembicaraan rahasia dengan IRGC. Komunikasi tersebut disebut berlangsung tanpa perantara maupun keterlibatan pejabat politik Iran.

        “Mereka seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah,” kata Trump.

        Pernyataan tersebut disampaikan ketika tenggat gencatan senjata selama 60 hari antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik terkait Iran berakhir pada Senin. Namun, Trump mengatakan masih ada waktu untuk mencapai perdamaian apabila Iran bersedia memenuhi tuntutan utama AS.

        Trump menegaskan tujuan pemerintahannya tidak berubah. Menurutnya, Iran harus dipastikan tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.

        “Saya tidak memiliki jadwal waktu. Saya tidak terburu-buru,” ujar Trump kepada jurnalis Fox News, Trey Yingst.

        Trump mengakui proses menuju perdamaian dengan Iran tidak mudah. Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah pemimpin dan pejabat penting Iran tewas dalam serangan pada periode sebelumnya.

        Meski demikian, Trump menegaskan komunikasi langsung antara AS dan IRGC tetap berlangsung melalui jalur rahasia. Dia juga menggambarkan kondisi Iran yang menurutnya semakin terdesak.

        “Mereka pemain poker yang bagus, tetapi mereka sedang sekarat,” kata Trump merujuk pada Iran.

        Baca Juga: Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Kesepakatan Selat Hormuz: Akan Kami Hancurkan

        Trump turut membantah anggapan bahwa pertimbangan politik domestik AS memengaruhi strategi militernya terhadap Iran. Dia secara khusus menepis dugaan bahwa pemilu sela AS menjadi faktor dalam menentukan kebijakannya.

        “Pemilu sela tidak ada hubungannya dengan cara saya berpikir,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: