Kredit Foto: Youtube Amien Rais
Ketua Dewan Pembina Partai Ummat Amien Rais menyoroti aktivitas politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan disebutnya belum melanjutkan safari politik ke sejumlah daerah di Indonesia.
Amien mengatakan sejauh ini Jokowi baru melakukan kunjungan politik ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, respons masyarakat terhadap kehadiran Jokowi di kedua daerah tersebut terbelah.
“Sejauh ini baru Lampung dan NTT yang sudah dikunjungi. Di Lampung ada masyarakat yang menerima dan ada yang lebih besar lagi itu menolak kehadiran Jokowi. Di NTT karena setting-an nampak lebih meriah,” kata Amien.
Dia menilai Jokowi dalam kunjungannya ke daerah tersebut menunjukkan gaya politik yang menurutnya menyerupai "raja-rajaan".
Amien kemudian mempertanyakan alasan Jokowi melakukan safari politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Menurut dia, aktivitas tersebut berkaitan dengan kepentingan politik keluarganya, terutama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat Wakil Presiden.
"Saya heran ada bekas presiden bergentayangan memainkan dagelan politik murahan demi anaknya Gibran Rakabuming supaya jadi capres,” ujar Amien.
Amien juga menyinggung pernyataan sejumlah tokoh PDIP, termasuk Djarot Saiful Hidayat dan Andreas Hugo Pareira, yang disebutnya meminta Jokowi membawa ijazah asli ketika melakukan safari politik di daerah.
Menurut Amien, permintaan tersebut merupakan bentuk sindiran politik terhadap polemik keaslian ijazah Jokowi yang selama ini menjadi perdebatan.
"Permintaan dua tokoh PDIP itu menurut saya merupakan sarkasme politik yang jitu," pujinya.
Dia menilai permintaan tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat kepada publik mengenai polemik ijazah Jokowi.
Selain persoalan ijazah, Amien juga mengkritik keterlibatan Jokowi dalam dinamika politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Dia menilai Jokowi terlalu berambisi mempertahankan pengaruh politik dan popularitasnya. Amien bahkan menyebut Jokowi sebagai satu-satunya dari delapan presiden Indonesia yang menurutnya masih sangat bergantung pada kekuasaan politik.
"Dari delapan presiden Indonesia hanya Jokowi yang merasa tanpa kekuasaan politik itu seolah tidak ada gunanya hidup di dunia yang fana ini. Dia juga gila popularitas," ujar Amien.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: