Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Literasi Keuangan Perempuan 69,61%, Pengelolaan Bisnis Jadi Sorotan

        Literasi Keuangan Perempuan 69,61%, Pengelolaan Bisnis Jadi Sorotan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perempuan wirausaha didorong memisahkan keuangan pribadi dan bisnis untuk menjaga arus kas serta memastikan pengelolaan usaha berjalan lebih terukur. Pemisahan dana, pencatatan rutin, dan pengalokasian pendapatan secara terencana dinilai penting agar pelaku usaha bisa memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis.

        Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam sesi kelima Sequis SHEPRENEUR Learning yang membahas pengelolaan dan perlindungan finansial bagi perempuan wirausaha. 

        Agency Development Manager Sequis Life Henry Kurniawan melalui materi “Protect Your Future Through Financial Protection” menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pengelolaan dan perlindungan hasil usaha.

        Bagi perempuan yang menjalankan peran sebagai pengusaha sekaligus mengelola kebutuhan keluarga, pengaturan keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha. Nantinya, pendapatan bisnis bisa dialokasikan untuk kebutuhan operasional, kewajiban usaha, kebutuhan pribadi, serta tujuan finansial seperti tabungan dan investasi.

        Dalam sesi kelima ini, para peserta juga diperkenalkan pada konsep perencanaan finansial melalui tiga tahapan, yakni Adaptasi, Akselerasi, dan Antisipasi.

        Materi tersebut juga menyoroti pentingnya mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu kemampuan menghasilkan pendapatan. Ketika kemampuan menghasilkan income terganggu, kebutuhan rumah tangga maupun operasional usaha tetap harus dipenuhi.

        "Bagi perempuan wirausaha, peningkatan omzet perlu diikuti dengan pengelolaan keuangan yang tepat. Pendapatan usaha perlu dialokasikan secara terencana untuk memenuhi kebutuhan operasional, kewajiban usaha, kebutuhan pribadi serta tujuan finansial lainnya seperti tabungan dan investasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

        Sementara itu, Founder & CEO Mamiru Priscilla Anais melalui materi “Network to Net-Worth: Turning Relationships Into Business Growth” membahas pentingnya relasi dalam membuka peluang usaha. Networking tidak hanya berarti memperbanyak koneksi, tetapi membangun hubungan yang relevan berdasarkan nilai dan manfaat bersama.

        Berdasarkan data hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan nasional juga menunjukkan posisi perempuan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang mana mencatatkan perempuan lebih terliterasi pada 2026 mencapai 69,61%, naik dari 65,73% pada 2025. Indeks inklusi keuangan perempuan juga meningkat menjadi 93,73% dari 92,89%.

        Pada laki-laki, indeks literasi mencapai 69,54% dan inklusi 93,49%. Secara nasional, indeks literasi keuangan tercatat 69,57%, yang berarti sekitar 70 dari 100 penduduk usia 15-79 tahun memenuhi kriteria well literate.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: