Kabinet Bayangan Untungkan Anies Baswedan? Ini Responsnya Soal jadi 'Presiden Bayangan'
Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Mantan calon presiden Anies Baswedan mengapresiasi kemunculan "kabinet bayangan" yang diinisiasi sejumlah pakar dan tokoh masyarakat sipil. Menurutnya, keberadaan struktur informal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga iklim demokrasi sekaligus membuat kritik terhadap kebijakan pemerintah lebih terarah.
Hal itu disampaikan Anies dalam siniar NOTASLIMBOY TV yang tayang pada 12 Agustus 2026. Dalam perbincangan tersebut, Anies menjelaskan pandangannya mengenai fungsi kabinet bayangan yang melibatkan sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat sipil.
Anies menilai pembagian peran berdasarkan portofolio dalam kabinet bayangan dapat memudahkan publik dan media mencari pandangan pembanding ketika pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan.
Menurut dia, keberadaan tokoh dengan bidang keahlian tertentu membuat kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak berhenti pada komentar umum, tetapi dapat disampaikan oleh orang yang memahami isu tersebut.
"Ini bagus sebetulnya. Sehingga ketika nanti di pemerintahan itu ada kebijakan A, B, C, D, media publik itu bisa mencari counter comment dari orang-orang yang memang punya portofolio itu," ujar Anies.
Ia mencontohkan Sofwan Albana yang dikedepankan untuk isu kebijakan luar negeri. Dengan pembagian tersebut, kata Anies, publik dapat lebih mudah mengetahui siapa yang dapat dimintai pandangan ketika muncul persoalan atau kebijakan baru di bidang tertentu.
Lebih jauh, Anies melihat kabinet bayangan sebagai wadah alternatif bagi masyarakat yang memiliki gagasan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, tidak semua masyarakat atau kelompok ahli memiliki akses langsung kepada pembuat kebijakan. Karena itu, struktur informal seperti kabinet bayangan dapat menjadi ruang untuk mengumpulkan dan mengembangkan berbagai gagasan tersebut.
Anies menilai kritik yang tersebar di ruang publik juga dapat dikanalisasi menjadi pembahasan kebijakan yang lebih terstruktur. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga dapat menawarkan perspektif dan solusi berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
Dalam perbincangan tersebut, Anies juga sempat ditanya mengenai rumor yang menyebut dirinya sebagai sosok "presiden" di balik kabinet bayangan.
Baca Juga: Soal 'Dipecat' Jokowi, Anies Baswedan Masih Belum Tahu Alasannya hingga Saat Ini
Anies merespons pertanyaan tersebut dengan tertawa. Ia mengaku tidak mengetahui adanya narasi yang menyebut dirinya sebagai sosok di balik struktur tersebut sebelum ditanyakan oleh pembawa acara.
Anies kemudian menekankan bahwa keberadaan kabinet bayangan tidak berkaitan dengan jabatan formal. Menurutnya, inisiatif masyarakat sipil semacam itu dapat dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi, terutama dalam menghadirkan pandangan tandingan terhadap kebijakan pemerintah.
Ia menilai pengawasan terhadap pemerintah dapat dilakukan melalui argumen yang disusun berdasarkan pengetahuan dan data, sehingga setiap kebijakan yang diambil pemerintah memiliki ruang untuk diuji dan dikritisi secara terbuka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: