Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Karhutla Disorot Media Asing, Ekonom Sarankan Anggaran MBG Dialihkan Dulu dan Jangan Malu Minta Bantuan Negara Lain, Nanti Gantian

        Karhutla Disorot Media Asing, Ekonom Sarankan Anggaran MBG Dialihkan Dulu dan Jangan Malu Minta Bantuan Negara Lain, Nanti Gantian Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya menyoroti kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan yang turut mendapat perhatian media internasional.

        Berly menyebut media asal Malaysia, Daily Express Malaysia, memberitakan kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan, termasuk menampilkan video siswa sekolah dasar yang harus menerobos kepungan asap tebal.

        "Daily Express Malaysia membahas kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan serta post video siswa SD yang menembus asap tebal," kata Berly dalam akun X-nya.

        Menurut Berly, Daily Express Malaysia merupakan koran dan situs berita berbahasa Inggris yang telah berdiri sejak 1963 dan berbasis di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

        Ia mengatakan jarak Kota Kinabalu dengan Pontianak sekitar 1.377 kilometer, sedangkan jarak ke perbatasan terdekat dengan Indonesia sekitar 500 kilometer.

        Berly kemudian mempertanyakan langkah pemerintah dalam melindungi masyarakat yang terdampak kabut asap. Ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat upaya penanganan, termasuk mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan sekolah tatap muka.

        "Sambil giatkan upaya pemadaman dan usut, kenapa pemerintah pusat dan pemda tidak tutup sekolah + online learning, berlakukan WFH dan bagikan masker ke warga Kalimantan?" ujarnya.

        Selain itu, Berly mengusulkan agar pemerintah mengalihkan sementara anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan dampak kebakaran hutan dan perlindungan masyarakat serta ekosistem di Kalimantan.

        "Stop MBG beberapa hari dan alihkan dananya untuk melindungi warga dan ekosistem Kalimantan. Uangnya ada," kata Berly.

        Berly juga membuka kemungkinan Indonesia menerima bantuan dari negara lain untuk menangani kebakaran hutan dan kabut asap. Menurut dia, menerima bantuan dalam situasi darurat tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memalukan.

        "Bangsa besar adalah bangsa yang melindungi rakyatnya dengan usaha sendiri dan/atau bantuan negara lain. Tidak perlu malu menerima bantuan ketika sedang membutuhkan, nanti gantian kita bantu pas negara tetangga membutuhkan," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: