Loyalis Anies Bantah Data dari Hasan Nasbi yang Mengklaim Ekonomi Baik-Baik Saja karena Penjualan Mobil Naik
Kredit Foto: Instagram/Geisz Chalifah
Loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah mempertanyakan klaim Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi mengenai pertumbuhan penjualan mobil nasional sebesar 33,3 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Geisz menilai angka tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menyimpulkan bahwa perekonomian Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang kuat. Menurut dia, angka penjualan kendaraan harus dilihat bersama konteks pertumbuhan industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya terkejut dengan pernyataan Hasan Nasbi bahwa terjadi kenaikan penjualan mobil sebesar 33,3 persen," kata Geisz dalam tulisannya.
Ia mengatakan telah membandingkan data penjualan kendaraan dari berbagai sumber. Menurut Geisz, pertumbuhan 33,3 persen yang disampaikan Hasan Nasbi perlu dibaca dengan mempertimbangkan efek basis rendah atau low base effect.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang dikutip Geisz menunjukkan penjualan mobil secara wholesales mencapai 1.005.802 unit pada 2023. Angka tersebut kemudian turun 13,9 persen menjadi 865.723 unit pada 2024 dan kembali merosot 7,2 persen menjadi 803.687 unit pada 2025.
Dengan demikian, distribusi mobil dari pabrik ke dealer pada 2025 telah turun sekitar 20 persen dibandingkan 2023.
Tren serupa terjadi pada penjualan ritel. Penjualan kendaraan dari dealer kepada konsumen tercatat 998.059 unit pada 2023, kemudian turun menjadi 889.680 unit pada 2024 dan kembali merosot menjadi 833.692 unit pada 2025.
Geisz menilai kondisi tersebut penting untuk melihat konteks pertumbuhan penjualan mobil pada 2026. Menurut dia, pertumbuhan dengan persentase tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa pasar telah kembali ke kondisi normal apabila dibandingkan dengan basis yang sebelumnya mengalami kontraksi.
"Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: 'Naik dari titik yang mana, dan sudah kembali ke level berapa?'" ujarnya.
Ia mengatakan pasar otomotif Indonesia sebelumnya berada di kisaran satu juta unit. Karena itu, kenaikan penjualan setelah mengalami penurunan selama dua tahun perlu dibedakan antara pemulihan pasar dan pertumbuhan yang menunjukkan kondisi ekonomi telah kembali normal.
"Pertumbuhan persentase adalah satu cerita; pemulihan level pasar adalah cerita yang berbeda," kata Geisz.
Soroti Perbedaan Wholesales dan Retail Sales
Selain efek basis rendah, Geisz juga mempertanyakan penggunaan data wholesales untuk menggambarkan daya beli masyarakat.
Wholesales merupakan distribusi kendaraan dari pabrik kepada dealer, sedangkan retail sales mencatat penjualan kendaraan dari dealer kepada konsumen akhir.
Menurut Geisz, kenaikan distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer tidak secara otomatis berarti kendaraan tersebut telah dibeli konsumen. Mobil yang dikirim ke dealer dapat menjadi bagian dari persediaan untuk memenuhi permintaan pasar, program penjualan, maupun momentum pameran otomotif.
Karena itu, ia menilai data wholesales perlu dibaca bersama data retail sales sebelum digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai daya beli masyarakat.
"Apakah setiap mobil yang keluar dari pabrik sudah dibeli rakyat? Tentu tidak," ujarnya.
Geisz juga menegaskan bahwa perbedaan antara pertumbuhan wholesales dan retail sales belum otomatis membuktikan terjadinya penumpukan stok di dealer. Untuk menyimpulkan hal tersebut, diperlukan data persediaan kendaraan di tingkat dealer.
Namun, menurut dia, menjadikan angka distribusi dari pabrik sebagai bukti langsung bahwa daya beli masyarakat telah menguat merupakan kesimpulan yang tidak tepat secara metodologis.
Geisz pun mengkritik penggunaan satu indikator pertumbuhan untuk menggambarkan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Ia menilai data ekonomi seharusnya disampaikan bersama konteks pembanding agar publik dapat melihat kondisi perekonomian secara lebih utuh.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: