Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sarwendah Tak Keberatan Pengeluaran Anak Diperiksa, Singgung Keributan Saat Mediasi

Sarwendah Tak Keberatan Pengeluaran Anak Diperiksa, Singgung Keributan Saat Mediasi Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sarwendah menyatakan tidak keberatan jika pengeluaran untuk kebutuhan anak-anaknya diperiksa dalam proses gugatan hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu. Ia bahkan mengaku siap membuka seluruh catatan pengeluaran untuk menunjukkan bahwa kebutuhan anak selama ini dapat dipertanggungjawabkan.

Mantan personel Cherrybelle itu menegaskan tidak ada hal yang perlu ditutup-tutupi terkait penggunaan nafkah anak. Menurutnya, setiap pengeluaran untuk kepentingan anak memiliki catatan yang jelas dan dapat diberikan kepada pihak yang secara hukum berwenang.

"Terkait transparansi pengeluaran biaya anak: Saya sama sekali tidak keberatan dan sangat terbuka, karena tidak ada hal yang perlu ditutup-tutupi," tulis Sarwendah dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis (20/8/2026).

Sarwendah juga memastikan seluruh pengeluaran tersebut dapat dipertanggungjawabkan apabila dibutuhkan dalam proses persidangan. Ia bersedia memberikan laporan pengeluaran kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk meminta dan menerima data tersebut.

"Seluruh pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pihak-pihak yang secara hukum berwenang meminta dan menerimanya," ujar ibu tiga anak tersebut.

Sikap tersebut disampaikan di tengah proses gugatan hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Salah satu persoalan yang muncul dalam perkara tersebut berkaitan dengan transparansi pengeluaran nafkah untuk kebutuhan anak.

Selain persoalan nafkah, Sarwendah turut menanggapi isu mengenai sikapnya saat proses mediasi. Ia sebelumnya disebut emosional hingga menunjuk-nunjuk kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.

Sarwendah membantah narasi tersebut dan memberikan versinya mengenai apa yang terjadi selama proses mediasi. Ia mengklaim justru salah satu anggota tim hukum pihak penggugat membentaknya dengan nada tinggi.

Baca Juga: Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Pengacara: Dia Butuh Uang

"Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi. Sebagai seorang ibu, wajar jika saya tidak bisa tinggal diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan Mediator," katanya.

Menurut Sarwendah, respons yang ia berikan dalam mediasi tidak bisa dilepaskan dari pembahasan mengenai anak-anaknya. Ia menilai dirinya memiliki alasan untuk memberikan tanggapan ketika informasi mengenai kondisi anak disampaikan dengan cara yang menurutnya tidak sesuai fakta.

Sarwendah kemudian menegaskan kembali bahwa keterbukaan mengenai pengeluaran anak merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai ibu. Ia berharap seluruh proses hukum dapat berjalan dengan mengacu pada fakta dan bukti yang tersedia.

Dengan proses gugatan yang masih berlangsung, persoalan mengenai hak asuh maupun pengeluaran nafkah anak selanjutnya akan mengikuti mekanisme hukum yang berjalan. Pernyataan Sarwendah mengenai keterbukaan data tersebut menjadi bagian dari sikapnya dalam menghadapi proses persidangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: