Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN EPI Bidik 10 Juta Ton Biomassa di 2030, Buka Peluang Besar untuk Desa

        PLN EPI Bidik 10 Juta Ton Biomassa di 2030, Buka Peluang Besar untuk Desa Kredit Foto: PLN EPI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan peningkatan pemanfaatan biomassa sebagai co-firing PLTU hingga 10 juta ton per tahun pada 2030. Jumlah ini naik empat kali lipat dibandingkan realisasi saat ini sebesar 2,5 juta ton.

        Untuk mencapai target tersebut, PLN EPI menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) guna mengoptimalkan potensi biomassa dari pedesaan. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada Kamis (20/8/2026) lalu. 

        Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan peningkatan aktivitas pertanian dan industri berbasis pertanian di Indonesia akan memperbesar ketersediaan biomassa sebagai sumber energi alternatif.

        "Semakin meningkat pertanian dan industri pertanian di Indonesia, maka biomassa juga akan semakin meningkat. Kepentingan untuk mengganti molekul-molekul fosil ke tubuh pembangkit kita itu juga makin mudah kita dapatkan sampai angka 10 juta ton di tahun 2030," ujar Hokkop dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (23/8/2026).

        Saat ini, PLN telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa per tahun untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit melalui program co-firing. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat signifikan dalam empat tahun ke depan seiring dengan penguatan rantai pasok biomassa nasional.

        Hokkop menyebut Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dari residu agroindustri. Setiap tahun, Indonesia menghasilkan sekitar 200 juta ton residu agro, dengan sekitar 80 juta ton di antaranya berpotensi dikembangkan menjadi biomassa.

        Namun, potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Dari total potensi tersebut, sekitar 12 juta ton baru digunakan sektor industri, 8–10 juta ton diekspor, sementara kontribusi untuk kebutuhan PLN masih berada di angka 2,5 juta ton.

        Dengan kondisi tersebut, masih terdapat sekitar 60 juta ton potensi biomassa yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

        Dalam pengembangannya, PLN EPI tidak hanya membuka peluang kerja sama sebagai pemasok bahan baku biomassa, tetapi juga mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai mitra investasi.

        "BUM Desa bersama PLN EPI itu sebenarnya bisa jadi partnership untuk melakukan investasi bersama, untuk menjadi pembuatan hub ataupun fasilitas produksi bersama yang bisa nanti melakukan pemenuhan untuk co-firing di PLN secara grup," kata Hokkop.

        Melalui skema tersebut, desa memiliki peluang untuk masuk dalam rantai nilai industri biomassa, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan fasilitas produksi.

        Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa sekaligus mendukung kebutuhan energi PLN EPI.

        "Kerja sama ini dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat desa dalam upaya memenuhi kebutuhan sumber energi di PLN EPI. Kita ketahui bahwa 75.262 desa memiliki banyak potensi untuk memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan oleh PLN EPI dalam bentuk biomassa," ujar Tabrani.

        Baca Juga: Panas Sisa Jadi Setrum: PLN Indonesia Power dan PGE Teken LoI 45 MW

        Baca Juga: PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026

        Baca Juga: Rayakan HUT ke-81 RI, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50% bagi Pelanggan

        Menurut dia, berbagai limbah pertanian dan perkebunan seperti sekam padi, bonggol jagung, ampas tebu, tandan kosong kelapa sawit, hingga cangkang sawit memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber energi.

        Kemendes PDT menargetkan kerja sama pengembangan biomassa dapat berjalan di wilayah yang memiliki fasilitas PLN EPI sehingga desa dapat menjadi bagian dari ekosistem energi nasional.

        "Target kita, sepanjang di situ ada PLN EPI, mudah-mudahan kita akan bisa bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan itu. Dan itu sudah dimulai pada tahun 2026 ini," tutup Tabrani.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: