Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sumber Air Mengering, Pemadaman Karhutla di Kalimantan Hadapi Tekanan

        Sumber Air Mengering, Pemadaman Karhutla di Kalimantan Hadapi Tekanan Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menghadapi tekanan akibat sumber air yang mulai mengering dan lokasi titik api yang jauh dari akses pemadaman. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi tersebut menjadi hambatan di sejumlah provinsi, terutama pada kebakaran lahan gambut yang rawan kembali menyala.

        Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan helikopter water bombing. Operasi di darat tetap menjadi tumpuan utama, dengan dukungan armada udara sesuai kondisi lapangan.

        “Heli water bombing bukan merupakan operasi utama, hanya merupakan pendukung operasi darat,” kata Berton dalam konferensi pers daring, Minggu (23/8/2026).

        BNPB mengoperasikan Satgas Darat dan Satgas Udara di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Operasi mencakup patroli, pemadaman darat, water bombing, serta teknologi modifikasi cuaca (TMC) apabila tersedia pertumbuhan awan.

        “Fokus kami bukan hanya untuk memadamkan api yang sudah muncul, tetapi mencegah perluasan kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, dan memastikan setiap titik yang terdeteksi segera diverifikasi serta ditangani,” ujar Berton.

        Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan indikatif lahan terbakar terbesar, mencapai 38.310 hektare per 19 Agustus. Dalam pemantauan 24 jam, satelit mendeteksi 273 titik panas berkepercayaan tinggi, 2.420 titik berkepercayaan menengah, serta 81 titik berkepercayaan rendah.

        Kualitas udara di Kalimantan Barat umumnya berada pada kategori tidak sehat. Kabut asap membuat jarak pandang di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Ketapang turun hingga di bawah satu kilometer.

        Sebanyak 10.010 personel dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, unsur swasta, dan elemen lain dikerahkan untuk pemadaman serta pendinginan di Kalimantan Barat. Dukungan udara mencakup tiga pesawat patroli, lima helikopter water bombing, dan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.

        Di Kalimantan Tengah, BNPB mencatat 2.479 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi. Luas lahan terbakar mencapai 7.634 hektare, sementara sumber air untuk pemadaman mulai surut dan menjauh dari lokasi kebakaran.

        Tim di lapangan kini membangun saluran dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer, dengan lebar empat meter dan kedalaman dua meter, untuk mengalirkan air ke lokasi pemadaman. Langkah itu juga dilakukan untuk mencegah perluasan api ke Kecamatan Jibiran.

        Baca Juga: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang

        Baca Juga: Sejumlah Pejabat Setingkat Menteri Ditunjuk Tangani Karhutla, Siapa Saja?

        Baca Juga: Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

        Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Selatan. BNPB mencatat luas lahan terbakar mencapai 8.620 hektare, dengan 9.800 personel diterjunkan ke lapangan. Angin kencang membuat api lebih cepat meluas, sementara sejumlah titik api berada di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

        Berton mengatakan beberapa lahan yang telah dipadamkan dan dibasahi kembali mengalami kebakaran beberapa hari kemudian. Keterbatasan air pada musim kering membuat pemadaman mengandalkan mobil tangki dan hidran, terutama di wilayah Banjarbaru.

        “Sebagian besar titik Karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan,” kata Berton.

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan penambahan 17 helikopter water bombing, mesin pompa, pipa, dan tiga batalion atau sekitar 1.500 prajurit TNI untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Presiden juga meminta penindakan tegas terhadap pembakar lahan yang terbukti melanggar hukum.

        Untuk masyarakat di wilayah terdampak asap, BNPB mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker jika harus beraktivitas di luar, serta tidak membuka lahan atau membakar sampah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: