Ngomong Pergantian Pemerintahan Prabowo di Samping Jokowi, Anak Buah Kaesang Bilang Budi Arie Kurang Kerjaan
Kredit Foto: Populis
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tidak akan menerima jika Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mendaftar sebagai anggota.
"Keanggotaan partai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut kesesuaian nilai dan rekam jejak. Mempertimbangkan dua hal tersebut, pasti tempat Budi Arie bukan di PSI," kata Ketua DPP PSI Dedek Prayudi, Rabu 26 Agustus 2026.
Satu contoh, PSI tegas menolak wacana pergantian pemerintahan di tengah masa jabatan seperti disinggung Budi Arie.
"Pernyataan Budi Arie soal kemungkinan pergantian pemerintahan di tengah jalan adalah buah pikiran orang kurang kerjaan dan tidak sesuai pendirian dasar PSI. Kalau ada perbedaan dalam hal mendasar, ya enggak usah gabung,” kata Dedek yang merupakan anak buah dari Kaesang Pangarep.
Satu hal, kata Dedek, DPP PSI sempat mengecek ke bawah. Para pengurus DPW, DPD, dan DPC sepakat menolak jika Budi Arie ingin bergabung ke PSI.
"Para pengurus tidak ingin PSI menjadi tempat persinggahan petualang politik yang mengincar panggung kekuasaan secara oportunis," tutup Dedek.
Analogi 1998 dan Prediksi Politik Projo
Sebelumnya, Budi Arie Setiadi melempar wacana di hadapan forum relawan tentang kemungkinan terjadinya pergeseran peta politik nasional sebelum jadwal resmi Pemilu 2029.
Saat bilang terkait dinamika politik terkini dan potensi pergantian pemerintahan sebelum 2029, posisi duduk Budi Arie disorot lantaran berada persis di samping mantan presiden Jokowi.
"Saya sudah bisik ke Pak Jokowi. 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ujar Budi Arie yang langsung dijawab "siap" oleh para peserta forum.
Ketum Projo tersebut mengaitkan prediksinya dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. Ia bahkan menyamakan anomali sosial yang sedang terjadi dengan situasi panas menjelang reformasi.
"Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa '98 nih. Pasti kalah yang preman," tutup Budi Arie memberikan pandangannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: