Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dibongkar UGM! Ternyata Jokowi Bukan S1 Langsung

Dibongkar UGM! Ternyata Jokowi Bukan S1 Langsung Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Riwayat akademik Presiden ke‑7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali disorot, khususnya terkait sistem pendidikan yang berlaku ketika ia mulai kuliah pada 1980.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, menegaskan bahwa pada masa itu kampus masih menggunakan sistem berjenjang. Mahasiswa dapat terlebih dahulu menyelesaikan jenjang Sarjana Muda, sebelum melanjutkan ke jenjang Sarjana penuh.

"Jadi di Fakultas Kehutanan khususnya pada tahun itu ya, 1980, waktu Pak Joko Widodo itu masuk, itu masih menggunakan sistem yang lama di mana mahasiswa bisa lulus di Strata Sarjana Muda dan bisa di sarjana," jelas Sigit dalam forum klarifikasi resmi UGM yang ditayangkan di YouTube, 22 Agustus 2025.

Untuk memperoleh gelar Sarjana Muda, mahasiswa diwajibkan menuntaskan 120 SKS dengan IPK minimal 2,00. Jokowi disebut memenuhi syarat tersebut karena memiliki IPK di atas batas ketentuan.

"Jadi kalau untuk mendapatkan sarjana muda itu harus menempuh 120 SKS ya dengan IPK dari 120 SKS itu adalah 2,00 minimal... Pak Jokowi punya IPK lebih dari itu sehingga memenuhi syarat untuk bisa dikatakan lulus sarjana muda," kata Sigit.

Baca Juga: Publik Belum Pernah Lihat, Dekan Kehutanan UGM Jelaskan Dokumen Yudisium Jokowi Masih Berupa Tulis Tangan

Tahap berikutnya adalah menambah 40 SKS guna menyelesaikan jenjang Sarjana. Dengan demikian, perjalanan akademik Jokowi terdiri atas 120 SKS untuk Sarjana Muda, lalu 40 SKS tambahan untuk gelar Sarjana.

Sigit menekankan bahwa sistem berjenjang ini berbeda dengan struktur pendidikan S1 yang berlaku saat ini. Karena itu, pencatatan riwayat akademik mahasiswa era 1980‑an bisa terlihat berbeda jika dibandingkan dengan lulusan sistem S1 modern.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya