Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Airlangga Ungkap Masalah Retail: Stok Tipis Bisa Bikin Konsumen Cari Barang ke Luar Negeri

        Airlangga Ungkap Masalah Retail: Stok Tipis Bisa Bikin Konsumen Cari Barang ke Luar Negeri Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menyoroti persoalan ketersediaan barang di sektor retail yang dinilai masih belum merata. Stok yang tipis berisiko membuat konsumen kesulitan mendapatkan produk yang dibutuhkan dan akhirnya memilih berbelanja ke luar negeri.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menerima masukan dari pelaku retail mengenai kondisi stok yang masih terbatas, terutama untuk barang yang pasokannya bergantung pada produk dari luar negeri.

        Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena ketersediaan barang menjadi salah satu faktor yang menentukan keputusan konsumen. Ketika produk yang dicari tidak tersedia, peluang transaksi pun berpotensi berpindah ke negara lain.

        “Karena kita tidak ingin stoknya tipis, akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain, di luar negeri,” kata Airlangga saat membuka Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

        Airlangga mengatakan pemerintah bersama pelaku usaha perlu memperkuat distribusi sekaligus memastikan pasokan barang tetap tersedia di pasar. Hal tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan pemerintah bersama Kementerian Perdagangan.

        Ia menilai ketersediaan stok yang lebih besar justru dapat membuka peluang transaksi yang lebih tinggi. Konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan tanpa harus mencari produk yang sama di pasar luar negeri.

        “Dengan adanya stok yang lebih besar, tentu yang belanja akan lebih banyak lagi,” ujarnya.

        Persoalan stok juga tidak hanya berkaitan dengan produk impor. Pemerintah berharap pelaku retail dapat semakin banyak mengandalkan pasokan dari dalam negeri sehingga rantai pasok domestik ikut berkembang.

        Langkah tersebut dinilai penting di tengah upaya pemerintah memperkuat konsumsi domestik. Airlangga sebelumnya menyebut konsumsi masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 53,32% terhadap produk domestik bruto (PDB).

        Karena itu, sektor retail memiliki posisi strategis dalam menjaga perputaran konsumsi. Ketika barang tersedia dan mudah ditemukan, transaksi dapat berlangsung di dalam negeri sekaligus memberikan dampak lanjutan bagi produsen, distributor hingga pelaku usaha lainnya.

        Baca Juga: Airlangga Ungkap Celah Baru Ekonomi dari Belanja Wisatawan

        Baca Juga: Low Tuck Kwong Buka Peluang Lepas Saham BYAN, Rumor Akuisisi Haji Isam Menguat

        Baca Juga: Kata Airlangga Soal Penanganan Asap Karhutla Lintas Negara

        Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang masih penuh tekanan. Airlangga menilai ketahanan pasar domestik menjadi salah satu kekuatan Indonesia untuk menjaga pertumbuhan.

        Bagi pelaku retail, tantangannya bukan hanya menarik konsumen datang ke toko, tetapi juga memastikan mereka tidak pergi karena barang yang dicari tidak tersedia.

        Jika persoalan pasokan dapat diperbaiki, pemerintah berharap peningkatan konsumsi dapat lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di dalam negeri, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: