Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kanada Ancam Putus Listrik ke AS, Doug Ford: Kami Bisa Bikin Trump Kesakitan

        Kanada Ancam Putus Listrik ke AS, Doug Ford: Kami Bisa Bikin Trump Kesakitan Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perang dagang Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Gubernur Ontario Doug Ford mengancam menghentikan ekspor listrik ke AS sebagai balasan atas kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump.

        Ford menyebut Kanada memiliki sejumlah pilihan untuk menekan Washington. Listrik, bahan bakar, dan mineral kritis termasuk komoditas yang dapat digunakan sebagai alat tawar.

        “Kami memasok listrik untuk 1,5 juta rumah dan bisnis. Semuanya ada di meja. Saya akan melakukan apa pun yang diperlukan,” kata Ford dalam konferensi pers pada Senin (24/8/2026), seperti dikutip The Hill.

        “Kalian tidak akan mendapatkan sebutir pasir pun dari Ontario,” lanjutnya.

        Kanada merupakan salah satu pemasok listrik penting bagi AS. Data pemerintah Kanada yang dikutip Business Insider mencatat nilai ekspor listrik ke AS mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp58 triliun pada 2025.

        Lebih dari 20 negara bagian AS mengimpor listrik dari Kanada. Beberapa di antaranya adalah New York, Michigan, Washington, Minnesota, dan North Dakota.

        Ford juga menyebut minyak, nikel, dan uranium sebagai komoditas yang dapat digunakan Kanada untuk memberikan tekanan kepada AS. Ia ingin menunjukkan bahwa Ottawa memiliki kemampuan untuk membalas kebijakan perdagangan Washington.

        “Kita bisa memberikan rasa sakit yang besar kepada AS. Presiden Trump meremehkan kita, dan itulah kesalahan terbesarnya: meremehkan lawan,” kata Ford.

        Ketegangan juga merembet ke hubungan pribadi antara Ford dan Trump. Trump melalui Truth Social membalas ejekan Ford dengan menyerang mendiang saudaranya, Rob Ford, serta menyebut Kanada berada di bawah kepemimpinan yang buruk.

        Trump juga mengancam menaikkan tarif sejumlah produk Kanada. Mulai 1 Januari 2027, tarif mobil, truk, suku cadang kendaraan, dan baja disebut akan dinaikkan menjadi 50 persen.

        Perselisihan tersebut bermula setelah AS memberlakukan tarif 50 persen terhadap berbagai barang Kanada. Kebijakan itu berlaku pada Sabtu (22/8/2026) setelah perundingan perdagangan kedua negara berakhir tanpa kesepakatan.

        Baca Juga: Perang Dagang Memanas, Kanada Ancam Putus Pasokan Listrik, Minyak, dan Gas ke AS

        Pemerintah Kanada menyiapkan tarif balasan yang akan berlaku mulai 8 September. Ottawa juga mempertimbangkan pembatasan akses AS terhadap sejumlah mineral kritis dari Kanada.

        Namun, pemimpin Partai Konservatif Kanada Pierre Poilievre meminta pemerintah tidak gegabah menghadapi Washington. Ia menilai masyarakat Kanada rentan terdampak perang dagang sehingga parlemen perlu membahas dampak tarif terhadap keluarga dan lapangan pekerjaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: