Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        166 Puskesmas NTT Rusak, Kemenkes Ungkap Pemulihan Bisa Makan Waktu Setahun

        166 Puskesmas NTT Rusak, Kemenkes Ungkap Pemulihan Bisa Makan Waktu Setahun Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Kesehatan (Kemenkes) catatkan 166 puskesmas di Nusa Tenggara Barat (NTT) membutuhkan penanganan darurat setelah terdampak gempa.

        Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah mengejar pemulihan layanan kesehatan, salah satunya dengan mempercepat pemenuhan kebutuhan fasilitas dan alat kesehatan yang rusak. Ia menilai, proses pemulihan fasilitas kesehatan perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

        “Kalau seluruh fasilitas yang rusak ringan pinginnya kalau bisa satu bulan atau dua bulan bisa beres. Rusak sedang tiga bulan sampai enam bulan beres. Kalau rusak berat itu enam bulan sampai 12 bulan karena itu membutuhkan bangun baru. Itu yang mau kita mau kejar,” kata Budi saat Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Senayan, Kamis (27/8/2026).

        Lebih lanjut, Budi menyebutkan terdapat 166 fasilitas yang membutuhkan penanganan darurat. Adapun proses pencairan anggaran formal dapat membutuhkan waktu sehingga berpotensi memperlambat pemulihan di lapangan.

        “Ini yang Puskesmas ada 166. Dan kita sudah punya pengalaman yang kita lakukan di Aceh dan lama memang ini turunnya anggaran, lama,” paparnya.

        Kemenkes mengatakan bahwa telah melakukan pendataan terhadap alat kesehatan yang terdampak untuk memisahkan peralatan yang rusak dan masih dapat diperbaiki.

        “Selanjutnya ini alat kesehatan juga sudah di-register semua, mana yang rusak, mana yang bisa diperbaiki, mana yang tidak. Ini sama seperti Aceh,” jelas Budi.

        Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah membuka peluang donasi untuk pengadaan atau perbaikan alat kesehatan. Dengan skema tersebut, kata Budi, bisa memperpendek proses penanganan kebutuhan fasilitas kesehatan di daerah terdampak.

        “Kita buka donasi karena kadang-kadang ini lebih cepat. Jadi sesudah kita dapat list alat-alatnya yang tadi rusak, maka kita buka siapa yang mau bantu sehingga dengan demikian mempercepat juga, layanan kesehatannya bisa kembali ke sebelumnya,” tambah Budi.

        Baca Juga: Prabowo Soal Kunjungan ke Korban Gempa NTT: Jika Datang Terus Hanya Lihat-lihat, Ya Kurang Efektif

        Baca Juga: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang

        Selanjutnya, ia juga menekankan bahwa bantuan tidak hanya disalurkan melalui Kemenkes dan dapat langsung diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

        “Dan tidak usah ke kita, langsung aja boleh juga kok, langsung boleh,” ujar Budi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: