Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketua Harian PSI sebut Budi Arie itu Orang yang Frustasi, Coba Pecah Hubungan Prabowo-Jokowi

        Ketua Harian PSI sebut Budi Arie itu Orang yang Frustasi, Coba Pecah Hubungan Prabowo-Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-7 Jokowi saat ini berjalan sangat baik dan harmonis.

        Karena itu, ia meminta manuver politik dari pihak luar tidak mengganggu hubungan kedua tokoh tersebut.

        Ahmad Ali menilai pihak yang mengatasnamakan atau mengklaim membawa kepentingan Jokowi berpotensi memiliki agenda tertentu yang justru dapat merusak PSI maupun citra Jokowi.

        Menurut dia, kondisi tersebut bertolak belakang dengan hubungan Jokowi dan Prabowo yang saat ini semakin baik.

        “Hubungan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo hari ini sedang baik-baik saja, sedang mesra-mesranya,” kata Ahmad Ali mengklaim.

        Ia mencontohkan momen peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi yang merupakan mantan presiden terlihat mendampingi Prabowo sebagai presiden di atas satu panggung dan duduk bersebelahan.

        Ahmad Ali menilai momen tersebut menjadi gambaran hubungan yang harmonis antara Jokowi dan Prabowo serta menunjukkan proses transisi kekuasaan yang berjalan secara rukun.

        Menurut Ahmad Ali, PSI saat ini lebih memilih fokus mencari solusi untuk memperkuat pemerintahan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

        Partai, kata dia, tidak ingin terseret dalam wacana politik yang dinilai bertentangan dengan perkembangan demokrasi, seperti yang diutarakan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi soal percepatan pemerintahan Prabowo sebelum 2029.

        "Di PSI sendiri kami tidak pernah mendiskusikan hal tersebut, tapi justru bagaimana mencari solusi supaya kemudian pemerintahan ini semakin kuat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

        Karena itu, Ahmad Ali menilai pernyataan Budi Arie mengenai isu politik yang berkaitan dengan Jokowi sebaiknya tidak ditanggapi secara berlebihan.

        "Saya pikir apa yang disampaikan oleh Budi Arie itu adalah pernyataan pribadi, pernyataan orang-orang kecewa, pernyataan orang yang frustrasi,” kata Ahmad Ali.

        Ia khawatir polemik tersebut justru dapat mengganggu hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo.

        "Sehingga tidak perlu kita tanggapi, sehingga kemudian justru ini bisa membuat hubungan dua tokoh ini menjadi tidak bagus,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: