Kredit Foto: Ist
Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian, Faisol Riza, menerangkan, Indonesia mempunyai kemampuan produksi yang banyak untuk ekspor olahan hasil laut, terutama produksi udang yang sangat menjanjikan. Sayangnya, Indonesia masih kalah jumlah produksi terutama udang dengan Ekuador dan India.
"Tantangan kita harus bisa buat inline bahan baku dari hulu hingga ke proses pengolahan. Saat ini, kita masih kalah dari negara produsen udang, terutama budidaya udang. Kami minta, secara bersama-sama, memperbaiki teknis di hulu untuk bahan baku yang melimpah agar bisa diproses dengan cepat," kata Faisol saat melakukan kunjungan kerja ke PT. Bumi Menara Internusa (BMI) di Kawasan Pergudangan Jl. Margomulyo Surabaya, Kamis (27/8).
Dalam kunjungannya ke salah satu pabrik pengolahan ikan berorientasi ekspor tersebut, ia mengapresiasi dan memberi dorongan kepada PT BMI yang memenuhi standar mutu, traceability, dan keberlanjutan, termasuk inovasi penggunaan teknologi cold chain dan kemasan yang efisien energi.
Baca Juga: Puan Janji RUU Perampasan Aset Kelar 15 Desember, tapi Ada Hal Janggal di Surat Pernyataan
Faisol menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing dan nilai tambah industri pengolahan hasil perikanan untuk pasar global.
"Kami sudah meninjau dan melihat secara langsung proses pengolahannya dan saya mengapresiasi BMI yang sudah melakukan pengolahan sesuai standar internasional. Dan tentu saja upaya BMI ini sudah membantu pemerintah meningkatkan lapangan kerja dan devisa negara dari ekspor," tambah dia.
Dalam peninjauannya, Wamenperin menelusuri langsung lini produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses cold storage, hingga pengemasan produk beku yang siap ekspor ke negara tujuan seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa serta Jepang.
Baca Juga: Tak Ditandatangani Puan, Ini Isi Lengkap Surat Komitmen DPR soal RUU Perampasan Aset
Sementara itu, Direktur PT BMI Aris Utama menyampaikan, pihaknya menyambut baik dukungan pemerintah terutama dengan adanya kebijakan yang pro-ekspor. Dengan hal itu, pihaknya optimistis bisa meningkatkan produksinya hingga 100%.
"Saat ini kapasitas produksi mencapai 35 ribu ton per tahun dari tujuh pabrik BMI se Indonesia. Kami mempekerjakan 15 ribu karyawan. Pabrik kami masih bisa meningkatkan produksi hingga 100 persen, karena saat ini kapasitas produksi 35 ribu ton hanya dari satu shift saja," kata Aris.
Untuk pasokan, Aris meyakinkan, pihaknya selalu berupaya terus mencari bahan baku produksi hingga ke ujung Indonesia seperti Papua, Medan, dan Makassar, dengan tetap menjaga kesegaran hasil tangkapan dan kualitas dengan baik.
Tidak hanya itu, untuk memenuhi preferensi konsumen pasar internasional, PT BMI juga mengolah dan ekspor hasil laut dari seluruh dunia. Termasuk mengimpor ikan-ikan dari Alaska, kemudian diolah di pabrik-pabrik PT BMI untuk dijadikan produk siap saji dan siap ekspor.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: