Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Massa Ojol di Demo 27 Agustus: Hanya karena Rupiah, Kalian Tinggalkan Kami

        Massa Ojol di Demo 27 Agustus: Hanya karena Rupiah, Kalian Tinggalkan Kami Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keputusan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri setelah audiensi dengan pimpinan anggota dewan justru memicu kekecewaan dari sejumlah relawan ojek online (ojol).

        Relawan Ojol Melva Pardede mempertanyakan keputusan tersebut. Ia merasa para driver ojol yang ikut membantu perjuangan justru ditinggalkan setelah audiensi menghasilkan komitmen dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

        Baca Juga: Habib Rizieq Komentari Demo 27 Agustus: Sesuai Tidak dengan Keinginan Kita?

        “Balik duluan tanpa ada rasa terima kasih buat para driver ojol yang sudah menolong dia pada saat diciduk polisi. Kalian luar biasa. Hanya karena rupiah kalian tinggalkan kami di sini,” ujar Melva, dikutip Jumat (28/8/2026).

        Melva menegaskan para pengemudi ojol yang membantu massa terkait tidak pernah meminta bayaran atas bantuan yang diberikan. Mereka disebut membantu karena solidaritas terhadap aksi dan rombongan massa yang datang dari Pati. Karena itu, Melva merasa keberadaan mereka seolah tidak lagi dianggap setelah massa tersebut mendapatkan hasil dari pertemuan dengan pimpinan DPR.

        Ia juga menyinggung informasi mengenai donasi berupa uang yang diterima kelom terkait selama berada di Jakarta. Menurut Melva, relawan ojol mengetahui adanya pihak-pihak yang memberikan bantuan finansial kepada rombongan tersebut.

        “Kalian gak ada terima kasih, kalian setelah diakui di dalam hanya tuhan yang tahu, kenapa rekening bank kalian diblokir? tuhan tahu kalian busuk,” katanya.

        Sebelumnya, Botok dan massa menemui sejumlah pimpinan anggota dewan di DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa.

        Dalam pertemuan itu, salah satu tuntutan utama massa adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Hasil mediasi kemudian menghasilkan komitmen anggota dewan untuk mengesahkan aturan tersebut paling lambat 15 Desember 2026.

        Komitmen itu membuat massa mengambil keputusan untuk mengakhiri aksi. Massa Pati kemudian meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR pada Kamis siang. Botok memastikan kepulangan massa dilakukan setelah seluruh peserta aksi dipastikan berkumpul.

        “Ini kan ada 15 bus dari Pati. Saya mau koordinasi dulu, pastikan semua teman-teman sudah fix, tidak ada yang tertinggal dan sebagainya. Kalau sudah kumpul semua, baru kita pulang kembali ke Pati,” ujar Botok.

        Baca Juga: PDIP Soal Video Ketum Projo Budi Arie: Seperti Sengaja Dibocorkan untuk Kirim Pesan ke Prabowo

        Sebelum meninggalkan lokasi, ia terlebih dahulu memastikan seluruh peserta berkumpul dan tidak ada anggota rombongan yang tertinggal. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: