Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah tidak hanya akan memulihkan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran. Kawasan tersebut juga diarahkan untuk diperkuat sebagai destinasi wisata budaya dengan melibatkan Kementerian Pariwisata.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kolaborasi lintas kementerian diperlukan agar revitalisasi Desa Adat Sade tidak berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran. Aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan juga akan menjadi perhatian.
Hal tersebut disampaikan Fadli saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8/2026), ketika ditanya mengenai kemungkinan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dalam penerapan aspek Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di kawasan tersebut.
“Tentu, tentu, karena kan pada ujungnya di hilirnya yang kita harapkan ini menjadi semacam destinasi wisata, wisata budaya,” ujar Fadli.
Menurutnya, pengembangan wisata budaya memiliki prospek yang semakin besar seiring meningkatnya minat wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap pengalaman berbasis sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal.
Fadli bahkan melihat wisata budaya kini mulai mampu mengimbangi wisata alam sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata.
“Dan wisata budaya ini sekarang sedang tren lah, bahkan bisa mengimbangi wisata alam ya. Jadi banyak sekali wisatawan domestik maupun internasional yang datang untuk wisata budaya,” katanya.
Indonesia, lanjut Fadli, memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Kekayaan budaya yang tersebar di berbagai daerah dinilai menjadi aset yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata bernilai ekonomi sekaligus sarana diplomasi budaya.
Ia mencontohkan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga menjadi salah satu wilayah dengan kekayaan budaya dan destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan internasional.
Fadli menyebut mantan Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta, sebagai salah satu tokoh yang telah berulang kali mengunjungi berbagai lokasi di NTT. Selain mengunjungi kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, Ramos-Horta juga disebut memiliki ketertarikan terhadap berbagai destinasi lainnya di wilayah tersebut.
“Jadi kita, sementara kita ini kekayaan budayanya luar biasa. Tadi juga disampaikan Ramos-Horta sendiri datang ke berbagai tempat di NTT ya, sudah sering sekali, di samping tentu saja ke Labuan Bajo, ke Komodo dan sebagainya,” tuturnya.
Arah pengembangan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah untuk segera merevitalisasi Desa Adat Sade yang sebelumnya mengalami kebakaran. Fadli mengatakan Presiden telah memberikan arahan agar kawasan tersebut dipulihkan dan dibangun kembali.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Revitalisasi 75 Bangunan Adat Desa Sade Usai Kebakaran
Dalam perencanaan awal, sekitar 75 bangunan adat akan menjadi bagian dari proses revitalisasi. Selain bangunan adat, pemerintah juga akan memperhatikan kios-kios dan masjid yang berada di kawasan tersebut.
Namun, pembangunan kembali Desa Adat Sade menghadapi tantangan tersendiri. Karakter bangunan tradisional yang menggunakan material seperti kayu, jerami, dan alang-alang membuat kawasan tersebut rentan terhadap kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan.
Karena itu, pemerintah juga mempertimbangkan penguatan sistem keselamatan melalui penyediaan fasilitas dan instalasi pemadam kebakaran di kawasan desa adat.
Dengan konsep tersebut, revitalisasi Desa Adat Sade berpotensi menjadi lebih dari sekadar proyek pemulihan pascabencana. Pemerintah dapat menjadikan proses ini sebagai momentum untuk membangun model desa wisata budaya yang tetap mempertahankan keaslian tradisi, namun memiliki standar keamanan dan pelayanan yang lebih siap menghadapi kebutuhan wisatawan.
Jika berhasil, pengembangan tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat Sade, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis budaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: