Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketum Projo Budi Arie Klaim Cuma 'Bunyikan Alarm' Soal Prediksi Prabowo Jatuh Sebelum 2029

        Ketum Projo Budi Arie Klaim Cuma 'Bunyikan Alarm' Soal Prediksi Prabowo Jatuh Sebelum 2029 Kredit Foto: Rena Laila Wuri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan penjelasan mengenai pernyataannya tentang kemungkinan pemilu selanjutnya dipercepat. Ia menegaskan pernyataan tersebut bukan upaya untuk mendorong kejatuhan dari Presiden Prabowo Subianto.

        Budi Arie menyebut dirinya hanya sedang membunyikan semacam alarm agar perkembangan aspirasi masyarakat tidak dianggap remeh. Ia mengatakan situasi politik harus ditata dengan kepala dingin dan tetap mengikuti aturan konstitusi.

        Baca Juga: Dianggap Relawan Semu Jokowi, Projo: Kami Lahir dari Rakyat, Lewati Berbagai Kontestasi Sejak 2013

        “Saya enggak berusaha meng-encourage atau mengajak. Saya cuma bilang ini kalau dinamika ini harus ditata dengan baik. Dinamika masyarakat yang terjadinya harus dikelola dengan baik,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

        Budi Arie membedakan secara tegas antara analisis politik dan kemauan politik. Menurutnya, seorang pengamat atau aktor politik dapat membaca berbagai kemungkinan tanpa berarti menginginkan kemungkinan tersebut benar-benar terjadi.

        Menurut Budi Arie, analisis tersebut muncul dari pengamatannya terhadap berbagai perkembangan di masyarakat, termasuk gerakan mahasiswa dan aspirasi yang muncul di ruang publik. Artinya, ia ingin menempatkan pernyataan tersebut sebagai peringatan agar dinamika sosial-politik tidak berkembang tanpa kendali.

        Budi Arie kemudian membawa pengalaman sejarah negara sebagai alasan mengapa dinamika politik perlu diantisipasi sejak dini.

        Ia mengingatkan periode 1997-1999 yang menjadi salah satu fase perubahan besar dalam sejarah politik dari Indonesia. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak boleh dilupakan ketika bangsa menghadapi gejolak politik.

        “Tetapi kan saya cuma ingatkan kepada kawan-kawan semua, kita pernah punya pengalaman, iya kan? Tahun 97-99, sehingga kita harus waspada, harus mengantisipasi ini dengan cermat dan dingin,” ujarnya.

        Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

        Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

        Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beri Hormat dan Terima Kasih untuk Peserta Demo 27 Agustus

        "Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: