Kredit Foto: Kementan
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan memastikan ketersediaan air bagi lahan sawah yang terdampak.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram, Kementerian PU menyalurkan 25.000 liter air irigasi untuk membantu menyelamatkan tanaman padi dari ancaman gagal panen di Kabupaten Sumbawa, NTB.
Distribusi air irigasi dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) selama 7 jam, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA, pada Daerah Irigasi (DI) Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Penyaluran dilakukan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter sebanyak lima kali perjalanan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk melalui optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat.
"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Air tersebut dimanfaatkan untuk penyiraman areal persawahan seluas 18,6 ha yang mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen.
Baca Juga: Cara Mudah Cek dan Update Desil Bansos Secara Mandiri via Situs Kemensos dan BPS
Sebanyak 40 petani yang mengusahakan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II menjadi penerima manfaat kegiatan tersebut. Saat distribusi dilakukan, tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari.
D.I Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 ha dengan sumber utama air berasal dari Bendungan Mamak. Dalam kondisi kekeringan, alternatif sumber air juga diupayakan melalui Sungai Lape dengan melakukan pemompaan dari air buangan irigasi untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram juga melakukan upaya penanganan dampak kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Barat, melalui kegiatan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Lingkungan Bina Baru, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana E Barat, Kota Bima.
Dalam kegiatan tersebut, BBWS Nusa Tenggara I Mataram mengerahkan satu unit truk tangki dengan kapasitas 4.700 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sebanyak 4.700 liter air bersih telah disalurkan kepada 145 kepala keluarga (KK) atau sekitar 225 jiwa yang terdampak kekeringan di kawasan permukiman warga.
Air bersih yang didistribusikan berasal dari sumber air dalam kondisi normal dan diangkut menggunakan truk tangki air bersih. Jarak antara sumber air dengan lokasi penanganan sekitar 5 kilometer.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Istihanah
Tag Terkait: