Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Beban Keuangan ANTAM Melonjak 757% pada Semester I 2026

        Beban Keuangan ANTAM Melonjak 757% pada Semester I 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Beban keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak sekitar 756,7% secara tahunan pada semester I 2026. Beban keuangan perseroan tercatat Rp346,65 miliar, meningkat dari Rp40,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Kenaikan pos keuangan tersebut terjadi ketika ANTAM membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp6,91 triliun. Laba tersebut tumbuh 34,4% dibandingkan capaian Rp5,14 triliun pada semester I 2025.

        Kinerja laba ANTAM didukung pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang mencapai Rp62,71 triliun pada semester I 2026, naik 6,3% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

        ANTAM juga melaporkan EBITDA senilai Rp9,62 triliun dan laba usaha Rp8,44 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026. 

        Laba bruto perseroan tercatat Rp10,85 triliun, meningkat dari Rp8,24 triliun pada semester I 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak naik menjadi Rp9 triliun dari Rp6,53 triliun.

        Kenaikan beban keuangan berlangsung bersamaan dengan perubahan pada posisi pinjaman bank perseroan. Pinjaman bank jangka panjang ANTAM tercatat Rp4,44 triliun per 30 Juni 2026, meningkat dari Rp2,92 triliun pada akhir Desember 2025.

        ANTAM juga mencatat pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp1,3 triliun pada akhir Juni 2026.

        Total liabilitas ANTAM mencapai Rp22,74 triliun per 30 Juni 2026, naik Rp6,81 triliun atau sekitar 42,7% dari posisi Rp15,93 triliun pada akhir 2025.

        Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp48.000, Jadi Rp2,67 Juta per Gram

        Baca Juga: Emas Antam Hari Ini Turun Tipis, Cek Rincian Harga Selengkapnya

        Di sisi neraca, total aset perseroan naik menjadi Rp61,27 triliun, dari Rp52,53 triliun pada akhir Desember 2025. Aset lancar tercatat Rp29,98 triliun, termasuk persediaan sebesar Rp14,69 triliun yang meningkat dari Rp7,73 triliun pada akhir 2025.

        Dari sisi arus kas, ANTAM membukukan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp751,86 miliar pada semester I 2026. Posisi ini berbalik dari arus kas operasi positif Rp2,27 triliun pada semester I 2025.

        Pada akhir Juni 2026, kas dan setara kas ANTAM tercatat Rp9,23 triliun, naik dari Rp8,43 triliun pada akhir 2025. Perseroan juga mencatat pembayaran dividen sebesar Rp5,61 triliun selama periode berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: