Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Megawati Diminta Korbankan Ego, Jadikan Anies Capres 2029

        Megawati Diminta Korbankan Ego, Jadikan Anies Capres 2029 Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penulis asal Mojokerto, Hasyim Muhammad, menilai ada satu cara yang bisa digunakan untuk menumbangkan kekuatan petahana, Presiden Prabowo Subianto, di Pilpres 2029.

        Menurutnya, kekuatan itu hanya bisa dilawan jika PDIP bersatu dengan Anies Baswedan. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun harus mengambil strategi politik berbeda, yakni menjadikan Anies sebagai capres.

        "Anies Baswedan dan PDIP. Tanpa penyatuan 2 kekuatan itu, menurut saya mustahil bisa mengalahkan planning jangka panjang dari incumbent," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (30/8).

        Ia menambahkan, jika Megawati membuka diri bahwa kader PDIP tidak harus selalu menjadi capres, peluang menang bisa sangat tinggi. 

        "Andai Megawati membuka diri bahwa kadernya tak harus jadi capres, maka peluang menang bisa jadi sangat tinggi. Jadikan Anies capres, gandengkan dengan Pramono, Ganjar atau Ahok sebagai cawapres, maka incumbent bisa saja tumbang di 2029," imbuhnya.

        Hasyim menilai, meski Anies tidak memiliki partai, jika PDIP mau menempatkannya sebagai capres, maka gabungan keduanya akan sangat kuat.

        "Namun, ia juga menyoroti sikap Megawati yang disebutnya tidak pernah mau menaruh kader PDIP sebagai cawapres. "Bagi saya itu arogan. Seakan-akan anak bangsa yang pantas jadi presiden itu hanya jika dia kader PDIP," tegasnya.

        Baca Juga: 'Kesabaran Saya Sudah Habis': Anies Baswedan Diminta Tampil Garang

        Menurut Hasyim, kubu PDIP kerap meremehkan kekuatan Anies, padahal suara Anies secara pribadi terbukti lebih kuat dibanding kader PDIP.

        "PDIP partai terkuat, dan Anies juga figur yang sangat kuat. Penggabungan 2 kekuatan itu bakal menggoyahkan kekuatan incumbent," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: