- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.505,13, Investor Antisipasi Perubahan Indeks MSCI
Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026). Pergerakan pasar dipengaruhi oleh perhatian investor terhadap potensi lonjakan transaksi seiring penerapan perubahan indeks MSCI pada akhir perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 09.00 WIB berada di level 6.505,13. Angka tersebut turun 12,99 poin atau 0,20% dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026) yang berada di level 6.518,12.
Pada awal perdagangan, sebanyak 284 saham tercatat menguat, sementara 135 saham melemah dan 544 saham lainnya stagnan.
Adapun nilai transaksi di pasar saham telah mencapai sekitar Rp393,4 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 757,9 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 72.530 kali.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG diperkirakan masih memiliki ruang untuk bergerak positif pada awal pekan ini. Namun, investor dinilai perlu mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi membatasi penguatan indeks.
Salah satu sentimen utama datang dari rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif pada 1 September 2026. Perubahan komposisi indeks tersebut berpotensi memicu penyesuaian portofolio oleh investor, termasuk kemungkinan meningkatnya arus dana keluar dari sejumlah saham.
Dalam perubahan kali ini, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari kelompok Global Standard.
Sejumlah saham lainnya juga dikeluarkan dari kategori Small Cap, yaitu ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
"Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Rebalancing MSCI Bayangi Perdagangan Awal Pekan
Baca Juga: Astra International Siapkan Rp858,39 Miliar untuk Tender Sukarela Saham AUTO
Potensi outflow tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek, terutama karena investor yang mengacu pada indeks MSCI berpotensi melakukan penyesuaian kepemilikan.
Selain rebalancing MSCI, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan harga emas dan minyak dunia.
MNC Sekuritas memperkirakan kedua komoditas tersebut masih bergerak dalam fase konsolidasi. Kondisi ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pendorong harga komoditas.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, MNC Sekuritas masih melihat IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan awal pekan.
"Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 6.506 dan resistance di 6.539. Investor dapat mencermati pergerakan indeks di antara kedua level tersebut untuk melihat arah pasar selanjutnya," ungkap MNC Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: