Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Naik Tipis di 6.525, Pasar Bayangi Rebalancing MSCI

        IHSG Naik Tipis di 6.525, Pasar Bayangi Rebalancing MSCI Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir Agustus 2026 di zona hijau. Pada Senin (31/8/2026), IHSG menguat 7,35 poin atau 0,11% ke level 6.525,47.

        Pergerakan indeks cukup berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan. IHSG sempat melemah setelah pembukaan di level 6.511,10 dan turun hingga 6.476,17. Namun, tekanan tersebut berhasil diredam sehingga indeks berbalik menguat dan menyentuh level tertinggi harian di 6.528,09.

        Penguatan IHSG terjadi dengan aktivitas transaksi yang relatif tinggi. Bursa mencatat volume perdagangan mencapai 49,90 miliar saham, dengan frekuensi transaksi 2,38 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp24,73 triliun.

        Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 392 saham berakhir menguat. Sebanyak 233 saham melemah, sedangkan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

        Rebalancing MSCI Jadi Perhatian

        Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan. Meski demikian, investor perlu mewaspadai sejumlah sentimen yang dapat menahan laju indeks.

        Salah satu yang menjadi perhatian adalah rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku pada 1 September 2026. Perubahan komposisi tersebut berpotensi mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio dan memicu aliran dana keluar dari sejumlah saham.

        Dalam rebalancing kali ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dikeluarkan dari kelompok Global Standard.

        Sementara itu, beberapa saham juga terdepak dari kategori Small Cap, yakni ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.

        "Rebalancing MSCI diperkirakan masih menjadi perhatian investor yang disebabkan masa efektif per 1 September 2026, dikhawatirkan akan adanya potensi outflow yang besar," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

        Baca Juga: BEI Gembok Saham Operator Bus Transjakarta (SAFE) Usai Melonjak 77% dalam 4 Hari

        Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi IPO di BEI

        Baca Juga: Laba Bersih BEI Melonjak Tajam, Raup Rp828,03 Miliar pada Semester I-2026

        Jika terjadi, potensi arus dana keluar tersebut dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar dalam jangka pendek, terutama pada saham-saham yang menjadi bagian dari penyesuaian indeks.

        Selain faktor MSCI, investor juga akan mencermati perkembangan harga emas dan minyak dunia.

        MNC Sekuritas memperkirakan kedua komoditas masih bergerak dalam fase konsolidasi. Pergerakan tersebut berlangsung seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya turut menopang harga emas dan minyak.

        Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, MNC Sekuritas masih melihat peluang IHSG untuk menguat secara terbatas pada perdagangan awal pekan.

        Secara teknikal, IHSG memiliki area support di 6.506 dan resistance di 6.539. Pergerakan indeks di antara kedua level tersebut dapat menjadi acuan investor untuk melihat kecenderungan arah pasar berikutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: