Mahfud MD Respons Elektabilitas Prabowo-Gibran Anjlok: Saya Percaya Survei Itu...
Kredit Foto: Ist
Lebih dari satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berjalan, tingkat kepercayaan publik justru menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini menjadi sorotan mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang menilai hasil sejumlah survei tersebut bukan sekadar angka yang patut diabaikan.
Mahfud membahas penurunan tersebut dalam podcast “Terus Terang” di kanal YouTube pribadinya. Ia mengutip hasil riset Tempo Data Sains yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 48,2 persen menjadi 37,6 persen.
Tak hanya satu lembaga, Mahfud menyebut pola serupa juga terlihat dalam hasil survei sejumlah lembaga lain, termasuk SMRC dan Indikator Politik Indonesia. Kesamaan hasil tersebut membuatnya percaya bahwa penurunan kepercayaan publik memang mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
Baca Juga: Mahfud MD: Kesannya Prabowo Tuh Gak Pernah Mau Dengar Kritik
“Saya percaya survei itu benar karena empat lembaga survei mengatakan hal yang sama dan angkanya mirip-mirip,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, publik pada awalnya masih memberikan toleransi terhadap pemerintahan baru. Namun, toleransi tersebut dapat berkurang apabila masyarakat tidak melihat adanya perkembangan positif setelah masa pemerintahan berjalan cukup lama.
“Anda dinilai bagus ketika enam bulan pertama, orang masih memaklumi. Tapi lama-lama kok tidak ada perkembangan positif,” ujarnya.
Ia menilai angka survei tersebut pada akhirnya berkaitan dengan bagaimana masyarakat melihat tata kelola pemerintahan. Penurunan kepercayaan bukan hanya persoalan popularitas, tetapi juga dapat menjadi cerminan terhadap kebijakan serta kinerja pemerintah yang dirasakan publik.
Baca Juga: Mahfud MD Akui Prabowo Banyak Berubah, Sudah Lama Dia Tidak...
Meski memberikan catatan kritis, Mahfud tidak menilai seluruh perkembangan pemerintahan Prabowo-Gibran secara negatif. Ia turut mengapresiasi sejumlah perubahan sikap dan kebijakan Presiden Prabowo belakangan ini.
Salah satunya adalah berkurangnya frekuensi kunjungan ke luar negeri, gaya pidato yang dinilai lebih terkendali dan tidak banyak improvisasi, serta perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan baru.
Mahfud juga menyoroti langkah penutupan ratusan dapur MBG yang bermasalah sebagai bagian dari pembenahan program tersebut.
“Sudah ditata ulang, sudah ada perubahan kebijakan patut dipuji,” ungkapnya.
Perubahan juga ia lihat dalam penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret nama-nama dekat lingkaran Presiden Prabowo. Mahfud menyinggung mantan pejabat Badan Gizi Nasional pengelola MBG dan advokat Febri Diansyah sebagai bagian dari perkembangan yang menurutnya menunjukkan adanya upaya pemberantasan korupsi.
“Meskipun tentu tidak semuanya 100 persen sesuai dengan keinginan rakyat, tapi substansi keinginan rakyat itu sudah mulai direspons,” terang Mahfud.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: