- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Proyek DPM Didorong Segera Berjalan, Backfilling Jadi Kunci Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan
Kredit Foto: Dairi Prima Mineral (DPM)
Proyek PT Dairi Prima Mineral (DPM) dinilai perlu segera berjalan setelah penerapan metode backfilling mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai metode tersebut menjadi pilihan yang tepat karena mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan, sekaligus membuka peluang multiplier effect bagi masyarakat sekitar.
Menurut Ferdy, persetujuan KLH menunjukkan rencana penerapan backfilling DPM telah melalui proses kajian yang matang. Metode tersebut dinilai lebih aman dan ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar bagi DPM untuk melanjutkan kegiatan investasinya.
"Backfilling ini lebih safety, lebih lingkungan. Ini pilihan yang tepat untuk DPM. Kementerian dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tentu sudah melihat proses yang matang dari DPM,” ujar Ferdy dalam keterangannya kepada media, Rabu (2/9/2026).
Ferdy mengatakan keberlanjutan proyek DPM juga penting untuk mengakselerasi investasi. Terlebih, DPM telah memiliki kerja sama dengan China yang berpotensi membawa investasi besar dan memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi daerah sekitar.
"Kita berharap proyek ini sudah bisa jalan. Ini multiplier effect. Penambang besar mengikuti panduan best mining practice. Jadi kalau jalan, DPM ini akan baik,” katanya.
Menurutnya, realisasi proyek menjadi semakin penting di tengah tantangan perlambatan investasi asing di Indonesia.
Dengan investasi yang mulai berjalan, keberadaan DPM diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Dari sisi teknis dan lingkungan, Pakar LAPI ITB, Dr. Irwan Iskandar menyebut pengelolaan DPM telah mengacu pada kajian kebencanaan, geologi, hidrologi, geologi teknik, dan perlindungan lingkungan. Ia menilai pengelolaan tersebut telah memenuhi aspek sains, teknologi, dan perlindungan lingkungan.
Baca Juga: Pendapatan Emiten Tambang Milik Low Tuck Kwong (MYOH) Tembus US$83,93 Juta
Baca Juga: Pemerintah Longgarkan Retensi DHE Tambang Jadi 3 Bulan, Ini Syaratnya
Baca Juga: Low Tuck Kwong Buka Peluang Lepas Saham BYAN, Rumor Akuisisi Haji Isam Menguat
Salah satu teknologi yang diterapkan adalah paste backfilling, yakni material yang dicampur semen kemudian dipompa kembali ke bukaan tambang, termasuk area longhole stoping. Metode ini berfungsi menjaga stabilitas ruang bawah tanah, mengendalikan rongga kosong, meminimalkan risiko amblesan, serta mencegah terbentuknya air asam tambang.
Penggunaan backfilling juga memungkinkan pengelolaan air dilakukan secara lebih terintegrasi. Karena tidak menggunakan dam tailing, gangguan terhadap air permukaan dapat ditekan, sementara pengisian kembali material ke area tambang membantu mengendalikan penurunan muka air tanah. Material sisa pertambangan pun dapat dimanfaatkan kembali untuk mengisi ruang kosong di bawah tanah.
Untuk memastikan pengelolaan lingkungan berjalan, DPM akan memasang sekitar 10 sumur pantau di sekitar bukaan tambang bawah tanah. Sumur tersebut digunakan untuk memantau perubahan air tanah dan menjadi dasar evaluasi apabila ditemukan perubahan signifikan.
Irwan menilai teknologi backfilling merupakan pendekatan strategis yang berpotensi diterapkan pada tambang lain. Dengan telah terpenuhinya aspek teknis, teknologi, dan lingkungan, proyek DPM dinilai memiliki dasar untuk dilanjutkan, dengan tetap memperhatikan penerimaan dan keterlibatan masyarakat sekitar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: