Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hilirisasi Kopi dan Budidaya Durian Disiapkan Dongkrak Ekonomi Lokal

Hilirisasi Kopi dan Budidaya Durian Disiapkan Dongkrak Ekonomi Lokal Kredit Foto: PT Dairi Prima Mineral
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Dairi Prima Mineral (DPM) meluncurkan program Penguatan Ekonomi Lokal dengan fokus pada budidaya kakao, durian, dan hilirisasi kopi berkelanjutan sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah operasional perusahaan. Program ini diarahkan untuk memperkuat pendapatan petani, memperluas nilai tambah komoditas, dan mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif.

Chief Legal & External DPM Radianto Airfin mengatakan program tersebut disusun untuk mengoptimalkan potensi agribisnis Sidikalang dan sekitarnya yang selama ini dikenal sebagai sentra kopi Robusta, sekaligus memiliki peluang pengembangan kakao dan durian.

“Implementasi program akan dilakukan di desa sekitar tambang dan tidak menutup kemungkinan untuk desa-desa yang mempunyai potensi yang sama yang ada di Kabupaten Dairi,” kata Radianto dalam keterangan resmi, dikutip Senin (27/4/2026).

Program dijalankan dengan pendekatan hulu-hilir. Pada sisi budidaya, perusahaan mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan produktivitas, kualitas panen, dan efisiensi usaha tani. Sementara pada sisi hilir, DPM mendorong penguatan pascapanen serta pengembangan produk turunan berbasis kopi lokal.

Langkah tersebut dinilai penting karena komoditas pertanian bernilai tinggi dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di daerah, terutama ketika didukung akses pasar dan pengolahan lanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas, program juga diarahkan untuk diversifikasi usaha tani agar rumah tangga petani memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan tahan terhadap fluktuasi harga komoditas tunggal.

Dalam tahap awal, sebanyak 47 penerima manfaat yang terdiri dari petani kopi, kakao, durian, serta kelompok pengembangan produk turunan kopi terlibat dalam program ini. Mereka dipilih dari total 200 peserta program tahun 2025 berdasarkan komitmen dan partisipasi aktif sebelumnya.

Peserta mendapatkan pelatihan teknis bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mencakup teknik budidaya, pengendalian hama, hingga pengelolaan kebun yang lebih efisien. Perusahaan juga menyalurkan sarana produksi seperti pupuk khusus dan vitamin tanaman.

Radianto menyebut program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat sinergi antara sektor pertanian dan pertambangan.

“Kami berharap program ini mampu mendorong ekonomi lokal dan memberikan dampak positif bagi petani kopi, durian, dan kakao. Ini adalah komitmen berkelanjutan perusahaan dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini juga membuktikan bahwa pertanian dan pertambangan bisa tumbuh berdampingan dan sama-sama memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Dalam jangka pendek, DPM menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat dan ketahanan pendapatan rumah tangga petani. Sementara dalam jangka panjang, program ini diarahkan untuk membentuk ekonomi regional berbasis agribisnis berkelanjutan, menekan kemiskinan, serta meningkatkan daya saing wilayah sebagai pusat komoditas premium dan tujuan investasi.

Program tersebut juga disebut sejalan dengan Kepmen ESDM No. 1824 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat serta mendukung target pembangunan berkelanjutan, khususnya pertumbuhan ekonomi inklusif dan pola produksi berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri