Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investor Asing Jual Bersih Rp379,67 Miliar, TLKM dan GOTO Tertekan

        Investor Asing Jual Bersih Rp379,67 Miliar, TLKM dan GOTO Tertekan Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia hingga perdagangan sesi tengah, Rabu (2/9/2026), menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.

        Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai foreign buy tercatat sebesar Rp2,47 triliun, sedangkan foreign sell mencapai Rp2,85 triliun.

        Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp379,67 miliar.

        Sejumlah saham menjadi sasaran akumulasi investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar top net foreign buy dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp106,82 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp92,01 miliar dan PTBA Rp43,73 miliar.

        Selanjutnya, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada BMRI Rp38,55 miliar, EMAS Rp35,70 miliar, SINI Rp32,93 miliar, dan ERAA Rp26,86 miliar. Saham BBNI berada di posisi berikutnya dengan net buy Rp26,28 miliar.

        Baca Juga: BEI Gandeng Broker AS, Incar Duit Asing Masuk dan Investor RI Bisa Belanja Saham Global

        Baca Juga: Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam

        Baca Juga: Wadirut GOTO Mundur Mendadak dari Jabatannya, Kenapa?

        Di sisi lain, tekanan jual asing terbesar terjadi pada TLKM, dengan nilai net foreign sell mencapai Rp95,93 miliar. Posisi kedua ditempati GOTO dengan net sell Rp92,58 miliar, disusul TINS Rp53,05 miliar.

        Saham lain yang masuk jajaran teratas net sell asing antara lain ADRO Rp46,68 miliar, PTRO Rp44,74 miliar, TPIA Rp41,88 miliar, ASII Rp37,11 miliar, dan CUAN Rp34,23 miliar.

        Sementara itu, transaksi jual asing juga cukup besar pada BREN Rp33,15 miliar, AMMN Rp30,98 miliar, DEWA Rp27,62 miliar, serta BUMI Rp25,49 miliar.

        Data tersebut menunjukkan bahwa meski asing tetap melakukan pembelian pada sejumlah saham unggulan, nilai penjualan secara keseluruhan masih lebih besar hingga sesi tengah perdagangan, sehingga posisi asing di pasar saham domestik masih berada dalam kondisi net sell.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: