Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah

        IHSG Ditutup Melemah 0,14% ke Level 6.590,90, Didorong 344 Saham Melemah Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (2/9/2026), melemah tipis di tengah pergerakan pasar yang cukup volatil.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 9,04 poin atau 0,14% ke level 6.590,90. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.561,00-6.629,54, setelah dibuka di level 6.625,39.

        Nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp15,50 triliun, dengan volume perdagangan 60,81 miliar saham dan frekuensi 2,37 juta kali. Sebanyak 290 saham menguat, 344 saham melemah, dan 329 saham stagnan.

        Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, investor perlu mewaspadai dampak kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global terhadap pasar saham Indonesia. Sentimen tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap IHSG pada Rabu (2/9/2026).

        Bursa saham Amerika Serikat (AS) juga ditutup melemah pada Selasa (1/9/2026). Menurut Phintraco Sekuritas, koreksi terjadi seiring kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta arah suku bunga.

        Imbal hasil US Treasury 10 tahun naik lebih dari 3 basis poin menjadi 4,792%. Kenaikan yield obligasi global menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen investor di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

        Dari AS, data Job Openings Juli 2026 tercatat 7,27 juta, naik dari 7,18 juta pada Juni, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar sebesar 7,33 juta.

        Baca Juga: Saham BOLT Melonjak, BEI Minta Penjelasan Garuda Metalindo

        Baca Juga: IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, BEI: Belum Dapat Pernyataan Efektif dari OJK

        Baca Juga: 2 Bulan Disuspensi BEI, Saham CRAB Kembali Dibuka dan Langsung Terkoreksi

        Dari dalam negeri, inflasi Indonesia meningkat menjadi 3,19% secara tahunan pada Agustus 2026 dari 2,88% pada Juli. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 masih mencatat surplus US$0,13 miliar.

        Aktivitas manufaktur juga menjadi perhatian setelah PMI manufaktur Indonesia turun ke 49,8 pada Agustus 2026, kembali berada di bawah level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi.

        Selain yield obligasi, harga komoditas turut menjadi sentimen pasar. Harga minyak dunia melonjak hampir 5% pada Selasa, sedangkan harga emas spot terkoreksi 2,7% ke US$4.329 per troy ounce.

        Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidatif dengan kisaran 6.535-6.635.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: