Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anies Baswedan Soal Ricuh Demo 27 Agustus: Ceritanya Amat Mengenaskan

        Anies Baswedan Soal Ricuh Demo 27 Agustus: Ceritanya Amat Mengenaskan Kredit Foto: Akun X @Hilmi28
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap kondisi keluarga dari Bambang Setiawan. Ia merupakan seorang penjual cermin yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rangkaian kericuhan seusai demonstrasi 27 Agustus 2026.

        Anies mengaku telah mendatangi rumah duka dan bertemu langsung dengan keluarga dari Bambang. Dari pertemuan tersebut, ia mengatakan mendapat cerita mengenai peristiwa yang dialami korban.

        Baca Juga: Usai Video Kontroversi, Jokowi Diamkan Ketum Projo Budi Arie Tak Akan Pernah Diterima oleh PSI

        “Semalam saya takziah dan jumpa dengan keluarga almarhum Pak Bambang Setiawan. Ceritanya amat mengenaskan,” ujar Anies, dikutip Rabu (2/9/2026).

        Anies meminta kasus kematian tersebut tidak berhenti sebatas kabar mengenai jatuhnya korban, tetapi harus dilanjutkan dengan pengusutan hingga tuntas. Ia menilai penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara serius untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat diketahui secara jelas.

        Ia mengingatkan, kematian pedagang itu bukan peristiwa yang tidak meninggalkan petunjuk. Menurut Anies, masyarakat telah mengetahui adanya korban jiwa sekaligus rekaman video yang memperlihatkan peristiwa kekerasan.

        Atas dasar itu, ia meminta aparat tidak membiarkan kasus tersebut tanpa perkembangan yang jelas. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut agar pihak yang bertanggung jawab dapat diketahui dan proses hukum dapat berjalan.

        “Nah, jangan sampai kita tidak melihat tindak lanjutnya. Jangan sampai tidak tuntas pengusutannya,” tegas Anies.

        Bagi Anies, pengusutan secara menyeluruh bukan hanya penting untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban. Penanganan yang serius juga diperlukan untuk mencegah kekerasan serupa kembali terjadi.

        Bambang Setiawan sebelumnya dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang berpakaian hitam pada Jumat (28/8/2026).

        Peristiwa tersebut terjadi setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Aksi awalnya digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Mereka membawa tuntutan utama mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

        Sekitar pukul 13.00 WIB, mereka membubarkan diri setelah pimpinan massa diterima masuk ke ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah itu, situasi di sekitar kawasan berkembang dengan kehadiran berbagai kelompok massa.

        Baca Juga: Gerindra: Gaya Prabowo Mirip Donald Trump di Amerika Serikat

        Sejumlah kelompok yang berada di lokasi antara lain mahasiswa, pengemudi ojek online, dan aliansi masyarakat sipil. Sejumlah massa tersebut juga membawa persoalan lain, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, militerisasi serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: