P2G Sedang Menunggu Kecaman Resmi dari PBNU Usai Ratusan Santri Keracunan MBG
Kredit Foto: BPMI
Gelombang kasus keracunan makanan yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kecaman keras. Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menyoroti tajam carut-marut tata kelola program andalan pemerintah ini setelah ratusan santri dan pelajar jatuh sakit dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpunnya, kasus keracunan massal akibat MBG terjadi secara beruntun di berbagai daerah seperti Sidoarjo, Jawa Timur sebanyak 592 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengalami keracunan, kemudian Agam, Sumatera Barat, 237 siswa turut menjadi korban dan Nganjuk, Jawa Timur: 47 siswa mengalami hal serupa.
"Maaf nak, kalian cuma angka," tulis Iman dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Iman juga melayangkan kritik terbuka kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia mempertanyakan mengapa tidak mengeluarkan kecaman resmi, mengingat korban terbanyak berasal dari kalangan santri pesantren.
"Sudah 10 jam berita keracunan santri karena MBG, kok nggak ada berita kecaman dari PBNU. Pihak yang wajib marah jika santri di negeri ini keracunan MBG adalah PBNU," tegas Iman menyayangkan sikap para elite organisasi tersebut.
Lebih lanjut, Iman mengingatkan bahwa insiden di Sidoarjo bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 3 Juli 2026 atau sekitar dua bulan lalu, sebanyak 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo sempat dihentikan sementara akibat masalah serupa.
Namun, jatuhnya korban kembali di bulan September membuktikan bahwa sistem pengawasan dan pencegahan pemerintah telah gagal total.
Ia menilai, orientasi pemerintah yang memaksakan agar program terus berjalan tanpa peduli aspek keselamatan menjadi akar dari masalah ini.
"Kenapa? Karena tujuan utamanya, MBG harus jalan terus. Desain program ini sangat bermasalah. Ini dari sisi tata kelola, belum dari sisi pendidikan yang jadi objek kebijakannya," pungkas Iman geram.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat