Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        600 Warga NTT Masih Mengungsi, Pendekar 08 Lanjutkan Pendampingan Pascagempa

        600 Warga NTT Masih Mengungsi, Pendekar 08 Lanjutkan Pendampingan Pascagempa Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Suasana di lokasi pengungsian warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak lebih hangat pada hari kedua aksi kemanusiaan Pendekar 08, Rabu (2/9/2026). Anak-anak yang masih tinggal bersama keluarganya di pengungsian antusias mengikuti berbagai kegiatan bersama para relawan.

        Selain menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari, relawan Pendekar 08 turut berinteraksi dengan warga dan mendampingi anak-anak melalui kegiatan bermain serta belajar. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana.

        Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella mengatakan kehadiran organisasinya merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dalam menjalankan kegiatan, Pendekar 08 juga berkoordinasi dengan TNI dan berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan warga.

        “Kami dari Pendekar 08 datang ke sini memang untuk membantu masyarakat yang terkena bencana ya. Dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1612, di mana dari mulai persiapan sampai dengan hari ini dari Kodim selalu ada pendampingan,” ujar Ancilla, Rabu (2/9/2026).

        Ancilla juga mengapresiasi sambutan masyarakat selama berada di lokasi terdampak. Menurut dia, dukungan bagi korban bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjaga semangat warga selama proses pemulihan.

        “Terima kasih Ibu, dengan Pak Dandim juga terima kasih. Penerimaan masyarakat di sini juga luar biasa. Sekali lagi buat para korbannya untuk selalu tetap semangat, selalu jaga kesehatan, dan selalu bahagia. Itu kuncinya,” katanya.

        Sekitar 600 Warga Masih Bertahan di Posko

        Komandan Kodim 1612/Manggarai Letkol Amos Comenius Silaban mengatakan sekitar 600 warga masih bertahan di posko terpadu. Jumlah tersebut menurun dibandingkan awal masa tanggap bencana yang mencapai lebih dari 1.000 pengungsi.

        Sebagian warga telah kembali ke lingkungan tempat tinggal dan mulai menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara mereka yang masih berada di posko umumnya merupakan warga yang rumahnya runtuh atau mengalami kerusakan berat.

        “Saat ini posko ini dihuni oleh lebih kurang 600 pengungsi, dimana pengungsi-pengungsi yang ada di sini awalnya lebih dari 1000 tapi karena memang sudah ke hari ke-16 banyak masyarakat yang sudah kembali dan beraktivitas di rumah sehingga tinggal di sini hanya masyarakat yang berdampak langsung rumahnya runtuh,” ujar Silaban.

        Penanganan warga dilakukan melalui posko terpadu yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, BNPB, dan relawan. Selain memastikan kebutuhan dasar tersedia, berbagai kegiatan dilakukan untuk membantu warga menjalani kehidupan selama berada di pengungsian.

        Silaban mengatakan kebutuhan logistik, kebutuhan dapur, serta pendampingan untuk menghilangkan trauma masih diperlukan.

        “Saat ini yang dibutuhkan masyarakat selain logistik juga menghilangkan trauma akibat bencana yang terjadi. Maka disana dibutuhkan trauma healing dan juga kebutuhan-kebutuhan dapur sehingga dapat mengisi kegiatan atau mengisi makan baik pagi, siang dan malam,” tuturnya.

        Silaban juga mengapresiasi bantuan Pendekar 08 yang diberikan kepada warga di posko terpadu.

        “Kami sangat berterima kasih terutama kepada relawan Pendekar 08 di bawah pimpinan Ibu Ancilla Qodari atas bantuan sosial yang diberikan kepada posko kami terutama di posko terpadu, sangat bermanfaat sekali dan dapat memberikan anak-anak kami di sini yaitu trauma healing juga Ibu sendiri juga sangat membantu kami baik di dapur juga membantu di posko kami baik itu support maupun logistik yang ada,” katanya.

        Anak-anak Ikuti Trauma Healing

        Kegiatan relawan Pendekar 08 mendapat respons positif dari anak-anak di pengungsian. Mereka mengikuti berbagai aktivitas bersama pendamping, mulai dari bermain, belajar, hingga berinteraksi dengan relawan.

        Anggota tim Biro Psikologi Ruang, Sonya Bagung, mengatakan kehadiran relawan membuat anak-anak lebih terhibur. Para orang tua juga merasa mendapat perhatian selama menghadapi kondisi pascabencana.

        “Tentu saja dampaknya sangat berpanggung dan sangat luar biasa untuk kita-kita yang ada di posko ini kami sangat terbantu dengan hadirnya relawan Pendekar 08 dari pusat untuk menemui kami disini anak-anak sangat senang anak-anak sangat terbantu anak-anak sangat terhibur begitu juga dengan Bapak Mama yang ada di sini mereka sangat merasakan bahwa mereka ada yang dipedulikan,” katanya.

        Sonya mengatakan sebagian anak dan orang tua masih mengalami trauma setelah gempa. Anak-anak disebut masih takut melihat rumah mereka dan kembali ke sekolah, sementara kondisi psikologis orang tua juga terganggu.

        “Setelah kami menemui anak-anak dan bapak ibu yang ada di posko ini, kami asesmen awal keadaannya dan bagaimana situasi mereka pada minggu-minggu awal merasa trauma untuk anak-anak takut untuk lihat rumahnya masing-masing, untuk sekolah juga mereka takut begitu juga dengan bapak ibu disini mereka psikis mereka sangat terganggu,” ujar Sonya.

        Selain kegiatan bersama anak-anak, warga juga mendapatkan edukasi mengenai langkah yang perlu dilakukan jika terjadi gempa susulan. Pendampingan kepada orang dewasa turut dilakukan selama mereka masih berada di pengungsian.

        Sonya mengatakan warga berharap dukungan terhadap masyarakat terdampak dapat terus diberikan hingga proses pemulihan selesai.

        Baca Juga: Salurkan Tenda hingga Sembako, Pendekar 08 Dampingi Korban Gempa NTT

        “Setelah di sini setelah relawan datang Pendekar 08 datang mereka sangat terbantu dan mereka berharap untuk kedepannya mereka semua Pendekar 08 tidak hanya sampai di sini saja tapi akan selalu memberikan bantuan kepada mereka sampai mereka benar-benar pulih,” tutupnya.

        Dalam aksi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa Flores, Pendekar 08 membawa sejumlah bantuan, antara lain tenda komando, sekitar 1.000 paket beras dengan total 5 ton, ratusan dus kebutuhan pangan dan air mineral, perlengkapan keluarga dan anak-anak, perlengkapan ibadah dan sekolah, serta peralatan kebersihan dan memasak.

        Kegiatan hari kedua tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Pendekar 08 untuk membantu warga memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan sekaligus menjaga semangat masyarakat, terutama anak-anak, setelah bencana.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: