Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SDA Dibawa Kabur Asing, Amien Rais: Karena Presiden Memang Hanya Tingak-tinguk

        SDA Dibawa Kabur Asing, Amien Rais: Karena Presiden Memang Hanya Tingak-tinguk Kredit Foto: Instagram/Amien Rais
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengelolaan kekayaan alam Indonesia kembali menjadi sasaran kritik mantan Ketua MPR Amien Rais.

        Ia mempertanyakan kondisi ketika sumber daya alam (SDA) Indonesia terus dieksploitasi dan dibawa ke luar negeri, sementara kekayaan tersebut semestinya dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

        Amien bahkan menggambarkan aktivitas pengangkutan SDA tersebut berlangsung tanpa henti. Ia mempertanyakan pengawasan serta tindakan pemerintah terhadap sumber daya alam yang menurutnya terus keluar dari Indonesia.

        “Lihatlah ibu-ibu dan bapak-bapak, bagaimana natural resources kita, sumber daya alam kita itu diangkut ke luar negeri siang, malam, sore, pagi, tiap hari tanpa ada yang melarang, tanpa ada yang menghentikan,” kata Amien dalam tayangan YouTube pribadinya.

        Baca Juga: Masalah Bertubi-tubi, Ustaz Kondang Sentil Pemerintah: Presiden Jalan-jalan, Wapres Sedang Apa?

        Kritik Amien kemudian diarahkan langsung kepada jajaran pemerintah, mulai dari gubernur, bupati, walikota hingga presiden. Ia menggunakan istilah “tingak-tinguk” untuk menggambarkan pihak yang menurutnya mengetahui persoalan tetapi tidak mengambil tindakan yang dianggap memadai.

        “Karena apa? Gubernurnya, bupatinya, walikotanya, dan presidennya memang hanya tingak-tinguk. Sudah tahu, tapi begini terus,” ujar dia.

        Persoalan SDA tersebut kemudian dikaitkan Amien dengan pertanyaan yang lebih besar mengenai makna kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, Indonesia memang telah merdeka secara politik sejak 1945, tetapi kemerdekaan tersebut belum otomatis berarti rakyat telah sepenuhnya berdaulat dalam menentukan arah pengelolaan negara dan kekayaan alam.

        “Kita ini sudah merdeka 81 tahun, tapi kita tetap belum berdaulat ya. Are you free? Yes, we are already free. But are you sovereign? Apa kamu berdaulat? Jawabannya not yet. Belum,” ucapnya.

        Baca Juga: Pantas Tak Boleh Distop? MBG dan Kopdes Dinilai Jadi Modal Prabowo Menuju 2029

        Menurut Amien, kedaulatan tidak berhenti pada terbebasnya Indonesia dari penjajahan. Bagi dia, sebuah negara juga harus memiliki kemampuan mengendalikan sumber daya strategisnya sekaligus memastikan kekayaan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

        Dalam kritiknya, Amien turut menyinggung keberadaan kelompok-kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi dan politik. Ia menyebut istilah oligarki dan mafia sebagai kelompok yang dinilai dapat memiliki pengaruh terhadap arah kebijakan negara.

        Menurut dia, pengaruh kelompok tersebut berpotensi masuk ke dalam proses pengambilan keputusan dan turut menentukan bagaimana sumber daya nasional dikelola.

        Karena itu, Amien mempertanyakan sejauh mana pemerintah benar-benar dapat menjalankan kepentingan rakyat apabila proses pembuatan kebijakan masih dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu.

        Kritik tersebut pada akhirnya kembali bermuara pada persoalan kedaulatan. Amien menilai kemerdekaan secara formal belum cukup apabila Indonesia belum mampu memastikan sumber daya strategisnya dikelola untuk kepentingan rakyat dan negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: