Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Masalah Bertubi-tubi, Ustaz Kondang Sentil Pemerintah: Presiden Jalan-jalan, Wapresnya Sedang Apa?

Masalah Bertubi-tubi, Ustaz Kondang Sentil Pemerintah: Presiden Jalan-jalan, Wapresnya Sedang Apa? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah daerah membuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali disorot.

Di tengah bencana hingga kebakaran hutan yang masih menjadi perhatian, Ustaz kondang Hilmi Firdausi mempertanyakan apakah pemerintah sudah menempatkan persoalan masyarakat sebagai prioritas utama.

Ia menilai banyaknya masalah yang datang bersamaan semestinya membuat pemerintah lebih cermat dalam menentukan langkah. Menurutnya, penanganan kondisi masyarakat yang terdampak bencana seharusnya mendapat perhatian lebih besar dibandingkan sejumlah agenda pemerintah lainnya.

Baca Juga: Pantas Tak Boleh Distop? MBG dan Kopdes Dinilai Jadi Modal Prabowo Menuju 2029

Kritiknya kemudian diarahkan pada beberapa program dan kebijakan pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hingga perjalanan dinas ke luar negeri.

“Masalah terbesar para pejabat negara ini adalah menentukan skala prioritas. Ada bencana di mana-mana, malah MBG yang dibicarakan di depan para korban," tulisnya di Instagram Story, Kamis (3/9/2026).

Tak hanya menyoroti bencana, Gus Hilmi juga mempertanyakan penanganan kebakaran hutan yang menurutnya masih kerap terjadi. Ia menilai pemerintah perlu memikirkan kesiapan sarana pemadaman, termasuk pesawat amfibi.

“Ada kebakaran hutan yang sering terjadi, tidak ada niatan untuk membeli pesawat-pesawat amfibi pemadam kebakaran, padahal MBG libur 2 hari bisa dapat 5 pesawat," ujar dia.

Baca Juga: Wacana Duet dengan Anies Sangat Dahsyat, tapi Sayangnya Ahok Mungkin Masih Marah

“Belum lagi pembangunan Kopdes yang terus berjalan dan sampai saat inipun masih banyak yang belum beroperasi, sedangkan triliunan uang rakyat sdh digelontorkan," sambung dia.

Menurut Hilmi, pemerintah juga perlu mengevaluasi agenda perjalanan ke luar negeri di tengah berbagai persoalan domestik. Ia meminta agar perjalanan tersebut untuk sementara dikurangi dan urusan diplomasi tetap dapat diwakili pejabat setingkat menteri.

“Satu lagi, tolong hentikan dulu jalan-jalan ke LNnya, cukup kirim utusan setingkat menteri," timpalnya.

Kritik tersebut pada akhirnya diarahkan kepada Presiden dan Wakil Presiden. Gus Hilmi menilai Presiden perlu memusatkan perhatian pada persoalan dalam negeri yang sedang terjadi di berbagai daerah.

“Presiden fokus saja penanganan masalah dalam negeri karena Wapresnya pun saya bingung sekarang sedang apa?" tutup Hilmi Firdausi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri