Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amien Rais Singgung Paradoks Prabowo: Jebul Hidup Mati Demi Gurunya yang Tidak Punya Ijazah Asli

Amien Rais Singgung Paradoks Prabowo: Jebul Hidup Mati Demi Gurunya yang Tidak Punya Ijazah Asli Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto. Ia mempertanyakan sikap politikus itu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Amien menyebut terdapat paradoks antara retorika presiden yang menurutnya kerap berbicara keras mengenai perjuangan untuk bangsa dengan sikap politik yang ia nilai masih memberikan ruang besar kepada pengaruh Jokowi.

Baca Juga: Prabowo Didesak Ganti Kapolri dan Panglima TNI: Dua Tokoh Ini Lahir Batin Hidup Mati demi Jokowi

“Nah jangan sampai kita melihat paradoks Prabowo. Omongannya galak-galak berjuang untuk bangsa, mati demi bangsa dan negara, jebul hidup dan mati untuk gurunya yang tidak punya ijazah asli, SD-SD, SMP, SMA, dan S1,” kata Amien, dikutip Kamis (10/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya ketika mempertanyakan alasan presiden yang menurutnya belum mengganti Kapolri dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Amien menyebut dua sosok itu tak loyal ke Prabowo, tapi Jokowi.

“Pertanyaan besar dan mendasar saya adalah mengapa presiden yang sudah hampir dua tahun berkuasa tidak berani mengganti Kapolri dan Panglima TNI,” ujar Amien.

Amien menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik yang lebih luas antara pemerintahan Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, mantan presiden itu masih memiliki ambisi mempertahankan pengaruh dalam politik nasional.

“Jokowi adalah sosok politik yang haus dan lapar kekuasaan tanpa batas,” katanya.

Amien bahkan menyatakan keyakinannya bahwa politikus itu tidak akan berhenti mengejar kekuasaan selama masih memiliki kesempatan.

“ Jokowi saya yakin sosok yang tidak akan pernah berhenti mengejar kekuasaan kecuali kalau nanti sudah makan tanah,” ujar Amien.

Adapun Amien mengaku tetap menghargai masyarakat yang mempunyai pandangan berbeda. Ia meminta demokrasi tetap dijaga di tengah dinamika politik nasional. Namun ia ingin masyarakat mewaspadai agenda yang disebutnya sebagai agenda “dijokowisasi” untuk menjadi agenda politik demi masa depan Indonesia.

Baca Juga: Demokrat Ngamuk, Tuntut Golkar Minta Maaf Soal Tuduhan ke AHY: Jangan Saling Curiga dan Ambil...

“Nah, saudara-saudara yang berpendapat lain, tetap saya hargai. Kita hidupkan terus demokrasi, tetapi dijokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar